
Ngopi Sekarang
Manusia Satu Dimensi
Mereka yang tak mau ikut arus penyamaan akan dikucilkan, diembargo, dirampas, dijajah, diambil alih, digulingkan, diadu-domba, dibuat konflik, diasingkan dalam pergaulan dunia. Atau dicap dengan stereotip tidak modern, anti demokrasi, bukan teman, kafir, sesat, ketinggalan jaman, kuno, ortodok, konvensional, dan lain-lain
Oleh : Uten Sutendy ( Budayawan)

EPSTEIN –Files terkuak ke ruang publik dan telah membuka kesadaran baru sebagian orang, bahwa ada kekuatan atau kelompok lain yang tak terlihat yang mengatur dan merekayasa kenyataan dunia hingga terlihat seperti sekarang. Ada kelompok elit global yang mengatur hubungan individu dan kelompok manusia dalam hubungan bisnis, politik, budaya, pendidikan, militer, birokrasi, busana, dan sosial -keagamaan. Semua diatur sedemikian rupa menjadi sebuah kenyataan satu dimensi (Manusia Satu Dimensi) saja.
Tentara diseragamkan baju dan cara kerja. Sistim pendidikan juga seragan dari mulai jenis buku bacaan, baju sekolah, ruang kelas, cara makan, dan sistem belajar. Di birokrasi semua orang harus menulis surat dengan format yang sama, baju sama, cara berpikir dan kinerja sama. Begitu juga dalam hal beragama. Mulai dari bentuk tempat ibadah, jadwal ibadah, ruang gerak ibadah, baju ibadah, jargon dan yel-yel keagamaan, bunyi suara ibadah semunya sama. Nabi dan malaikat yang percaya dan dianut juga sama. Nama Tuhan dan cerita sejarah agama-agama lahir juga sama, hanya berbeda dari segi bentuk simbol, nama kelompok dan bahasa agama.
Mereka yang tak mau ikut arus penyamaan akan dikucilkan, diembargo, dirampas, dijajah, diambil alih, digulingkan, diadu-domba, dibuat konflik, diasingkan dalam pergaulan dunia. Atau dicap dengan stereotip tidak modern, anti demokrasi, bukan teman, kafir, sesat, ketinggalan jaman, kuno, ortodok, konvensional, dan lain-lain.
Tentu semua itu ada tujuanya.Agar umat manusia mudah diatur, dikendalikan, diadu domba, dibuat konflik, dan diarahkan sesuai dengan kehendak mereka “yang tersembunyi!” Mereka adalah kelompok yang ingin membuat dunia sesuai dengan gambaran obsesi dan ambisi masa depan.
Proses ini telah berlangsung sangat lama, berabad-abad, sejak jaman lahirnya para nabi, raja -raja hingga terbentuknya agama -agama besar dan berlanjut sampai sekarang.
Sebagian besar manusia terjebak dan terpenjara. Terkurung oleh jubah agama, ideologi, mazhab, aliran, dogma, keyakinan semu -sempit, fanatisme, kepentingan politik, ekonomi, dan lain-lain. Hanya sedikit kelompok manusia yang terhindar dari jebakan dan bisa hidup bebas dengan kesadaran penuh sebagai mahluk Tuhan yang mampu mewujudkan hubungan sadar dengan Tuhan dan dengan semua mahluk semesta melalui cara kerja dan kinerja mengimplementasikan sifat-sifat Tuhan di atas Bumi.
Pahami perasaannya,
Tuan Sepuluh.





