Kolom Sosial Politik

Menteri VS Kades Hoho Bertato

138views

 

Oleh: Ridhazia

DIBERITAKAN, Hoho Alkaf seorang kepala desa bertato di Jawa Tengah kembali populer setelah “disindir” Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto.

Publik lantas balik bertanya, bahkan menghujat sang menteri hingga mantan Wakapolri itu harus memberi klarifikasi. Tapi sungguh terlambat. Publik lebih memihak kepada lelaki bertato itu.

Katanya lebih baik tampil garang tapi lembut dan terpuji ketimbang pejabat negara yang santun tapi memilih dimanjakan fasilitas negara yang dibeli dari uang rakyat.

Siapa Hoho

Hoho Alkaf adalah Kepala Desa (Kades) Purwasaba, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

Ia dikenal sebagai kades muda bertato yang viral karena gaya nyentriknya. Berpendidikan tinggi dengan gelar SH, MH dan berlatar belakangnya sebagai pengusaha/kontraktor yang dermawan.

Asal Usul Tato

Selama ini tato di Indonesia identik dengan tokoh preman sebagaimana selama berabad-abad, tato digunakan untuk menandai budak, penjahat, atau tahanan pada era Romawi kuno hingga kamp konsentrasi Nazi.

Padahal senyatanya tato itu sebagai bentuk seni tubuh yang paling kuno. Dipraktikkan selama ribuan tahun di seluruh dunia, dengan bukti tertua ditemukan pada mumi Ötzi si Manusia Es (sekitar 3250 SM).

Di Mesir kuno, tato sering dikaitkan dengan simbol status, selain pengobatan terapeutik.Dan, di abad moderen tato dipilih menjadi ekspresi seni modern dan dan gaya hidup yang diterima secara luas. *

  * Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Bandung, Jawa Barat.

Leave a Response