Bandung Raya

Magister Manajemen FEB Unisba Tingkatkan Kualitas Riset Lewat Coaching Proposal HibahDikti & Kerja Sama Global

Salah satu sesi yang paling menarik perhatian adalah pitching ide riset. Peserta—baik dosen maupun mahasiswa—memaparkan konsep penelitian mereka secara singkat, mulai dari latar belakang masalah hingga rencana kontribusi.(Foto: komhumas unisba)
361views

METRO BANDUNG, bandungpos.id — Pagi yang hangat di Ruang Rapat 1 Gedung LPPM Universitas Islam Bandung (Unisba) dipenuhi semangat dan antusiasme. Dosen dan mahasiswa Program Studi Magister Manajemen hadir mengikuti Coaching Penyusunan Proposal Penelitian HibahDikti sekaligus penguatan kolaborasi riset internasional. Agenda ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas penelitian sivitas akademika serta membuka jalan menuju kemitraan ilmiah di kancah global.

Narasumber utama, Prof. Dr. Muhardi, S.E., M.Si., mengupas tuntas strategi merancang proposal yang efektif dan memenuhi kriteria HibahDikti. Ia menegaskan bahwa keberhasilan proposal tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan teknis, tetapi juga oleh kebaruan ide, relevansi dengan prioritas riset nasional, metodologi yang solid, serta rencana kolaborasi yang jelas. “Proposal yang lolos pendanaan harus memberi manfaat nyata, bukan sekadar memenuhi format,” tegasnya.

Acara dibuka oleh Dr. Dede R. Oktini, S.E., M.Si., yang menyoroti peran perguruan tinggi sebagai penghasil riset berkualitas untuk menjawab tantangan pembangunan di tingkat nasional maupun internasional. Moderasi diskusi dilakukan oleh Dr. Rabiatul Adwiyah, S.E., M.Si., yang mendorong peserta aktif bertanya, berdiskusi, dan mempertajam ide penelitian mereka.

Salah satu sesi yang paling menarik perhatian adalah pitching ide riset. Peserta—baik dosen maupun mahasiswa—memaparkan konsep penelitian mereka secara singkat, mulai dari latar belakang masalah hingga rencana kontribusi. Format presentasi singkat ini melatih keterampilan berpikir fokus, ringkas, dan terstruktur—sebuah kemampuan kunci untuk memenangkan kompetisi hibah penelitian yang ketat.

Topik yang diangkat peserta sejalan dengan isu-isu global terkini. Tema keberlanjutan (sustainability) membahas solusi perubahan iklim, pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan, dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Isu digitalisasi layanan publik difokuskan pada pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas pelayanan pemerintah. Sementara itu, ide penguatan UMKM diarahkan pada pemberdayaan ekonomi masyarakat, peningkatan daya saing usaha kecil, dan optimalisasi teknologi digital untuk pemasaran serta manajemen bisnis.

Dalam memberikan masukan, narasumber tidak hanya menilai konsep penelitian, tetapi juga membedah teknis penyusunannya. Mulai dari perumusan latar belakang berbasis data dan literatur terkini, penajaman tujuan agar lebih terukur, hingga strategi publikasi di jurnal internasional bereputasi agar hasil riset mendapat pengakuan global. Pendekatan ini diharapkan menjadikan proposal peserta lebih matang, relevan, dan kompetitif di berbagai skema pendanaan.

Unisba optimistis kegiatan ini akan melahirkan lebih banyak dosen dan mahasiswa yang sukses meraih pendanaan HibahDikti sekaligus menjalin kerja sama riset lintas negara. Upaya ini sejalan dengan visi universitas menjadi pusat keunggulan akademik berdaya saing global serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat.(askur/bnn)

Leave a Response