Bandung Raya

Kolaborasi KSM Taman Jasmin & IA Unisba: Kelola Sampah Berbasis Pasar dan Edukasi Lingkungan

244views

METRO BANDUNG, bandungpos.id – Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Taman Jasmin RW 19 Kelurahan Antapani Tengah bersama Tim Peduli Lingkungan Ikatan Alumni (IA) Unisba resmi menjalin kerjasama dalam pengelolaan sampah. Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) berlangsung di Taman Jasmin pada Sabtu (14/9), bersamaan dengan kegiatan pengabdian masyarakat IA Unisba yang juga menghadirkan pelayanan kesehatan dari dosen dan mahasiswa Fakultas Kedokteran.

Ketua IA Unisba, dr. Dony Septriana Rosady, dalam sambutannya menegaskan bahwa kampus tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga memiliki kewajiban untuk memberi manfaat nyata melalui pengabdian kepada masyarakat.

Kerjasama ini menitikberatkan pada konsep pengelolaan sampah berbasis mekanisme pasar, baik untuk sampah organik maupun anorganik. Tujuannya agar tercipta siklus bisnis yang mandiri, mengurangi ketergantungan pada APBD, serta menekan volume sampah yang masuk ke TPA Sarimukti. Saat ini, transaksi jual beli sampah sejatinya sudah berjalan di dunia usaha, namun belum menyentuh level rumah tangga.

“Kami membayangkan, jika perusahaan daur ulang bisa berinteraksi langsung dengan rumah tangga, budaya memilah sampah akan tumbuh lebih kuat,” ungkap Ketua Tim Peduli Lingkungan IA Unisba, Yuhka Sundaya. Ia merujuk pada hasil studi di kawasan Tamansari dan RW 19 Antapani Tengah, di mana hanya sebagian kecil rumah tangga yang konsisten memilah sampah. Namun, begitu ada keterhubungan dengan pasar, kebiasaan memilah meningkat hingga 20–25 persen.

Dalam kerjasama ini, salah satu agenda utama adalah melakukan uji coba kontrak pasar sampah antara warga dan perusahaan daur ulang. “Kami menyebutnya sebagai program aktivasi pasar sampah,” tambah Yuhka.

Sementara itu, Ketua KSM Taman Jasmin, Doddi Iryana Memed, memiliki pandangan yang lebih jauh. Menurutnya, upaya pengelolaan sampah harus dibarengi dengan edukasi sejak dini, sehingga lahirlah gagasan untuk mendirikan Sekolah Lingkungan sebagai bagian dari program kerjasama. Doddi sendiri dikenal sebagai pelopor pengolahan sampah organik menjadi kompos yang kemudian berkembang ke konsep integrated farming di lahan fasilitas umum RW 19. Di bawah kepemimpinannya, para ibu rumah tangga RW ikut aktif dalam berbagai kegiatan KSM, bahkan hingga meraih banyak penghargaan serta menarik perhatian masyarakat luas.

Harapannya, sampah yang memiliki nilai jual dapat terserap pasar, sebagian diolah menjadi kompos untuk Taman Jasmin, sementara residu yang tersisa akan ditangani dengan teknologi ramah lingkungan. Untuk itu, Tim Teknologi IA Unisba yang diketuai Bagus Sutrama Soemitro, tengah merancang inovasi khusus.

“Teknologi yang kami kembangkan akan menyesuaikan dengan karakter residu sampah yang tersisa setelah diserap pasar, serta dimanfaatkan untuk mendukung pertanian terpadu di Taman Jasmin. Prinsipnya, kami ingin meminimalkan emisi karbon dan dampak buruk terhadap lingkungan,” jelas Bagus.(sani/bnn)

Leave a Response