BANDUNGPOS ID . -Belakangan marak terjadi tindak penipuan melalui media sosial, baik itu Facebook Messanger, WhatsApp, Tik Tok maupun platform media sosial lainnya untuk menjerat para Tenaga Kerja Wanita (TKW) di luar negeri.
Berbagai modus penipuan terus dirancang oleh para penjahat untuk menguras uang para korbannya. Namun dari semua jenis penipuan tersebut yang teranyar adalah modus asmara, pelakunya mengaku sebagai para normal dan penyalur pupuk.
Ada dua TKW asal Kuningan dan Bekasi Jawa Barat ke dua-duanya bekerja di salah satu negara di luar negri mereka menjadi korban penipuan oleh pria yang dikenalnya melalui media sosial Tik Tok yaitu Lintang Sagita yang beralamat di Kp. Soge Karya Bakti Rt. 002/008, Desa Panimbangan jaya, Kecamatan Panimbangan, Kabupaten Banten. Tak tanggung-tanggung, mereka ditipu puluhan juta rupiah.
Selain dua TKW inisial A asal Bekasi yang mengalami kerugian Rp10 juta dan S asal Kuningan Jawa Barat yang mengalami kerugian Rp. 32 juta dan berupa barang satu buah HP merek Siomi, jam tangan dan satu buah kaca mata. Selain 2 TKW juga ada satu janda inisial N penduduk Kalimantan yang mengalami kecelakaan oleh Lintang Sagita yang mengalami kerugian Rp. 7,5 Juta, beber S melalui WhatsApp ke Bandung Pos Id, Sabtu (11/5).
Para pelaku TKW tersebut mengeluarkan hasil keringat korban secara bertahap. Para pelaku memulai aksinya dengan berkenalan melalui media sosial Tik Tok. Usai berkenalan dan saling bertukar nomor telepon, pelaku melakukan komunikasi intens untuk menimbulkan rasa nyaman dan cinta dari korbannya. Setelah itu, beberapa korban bahkan menjalin hubungan atau berpacaran secara jarak jauh dengan korban.
Para pelaku TKW tersebut mengeluarkan hasil keringat korban secara bertahap. Biasanya, para pelaku memulai aksinya dengan berkenalan melalui media sosial Tik Tok. Usai berkenalan dan saling bertukar nomor telepon, pelaku melakukan komunikasi intens untuk menimbulkan rasa nyaman dan cinta dari korbannya.
Setelah itu, beberapa korban bahkan menjalin hubungan atau berpacaran secara jarak jauh dengan korban.
Jadi modusnya kenalan di media sosial, kemudian komunikasi intens, hingga berpacaran. Hal itu dilakukan agar korban percaya pada pelaku.
Ketika korban sudah terjebak dalam hubungan asmara dan percaya pada pelaku, aksi penipuan pun dilakukan. Pelaku meminta uang pada korban dengan alasan kebutuhan pekerjaan hingga investasi.
Lintang Sagita melakukan kejahatan penipuannya tidak sendiri, inisial Z istri sirinya disuruh Lintang Sagita untuk menghubungi para korban penipuannya untuk membenarkan kalau suami Gilang Sagita adalah para normal dan penyalur pupuk ke Kalimantan hingga para korban penipuan percaya. Juga Kasmuri yang kerjasama yang menerima transfer dari korban penipuan sesuai bukti slip transfer dari para korban dari hasil penipuan oleh Lilang Sagita. ( ID/bnn )





