Oleh Ridhazia
Mohammed Shabat yang menjadi relawan di Rumah Sakit Kamal Adwan gugur di Gaza Palestina.
Kematian dokter asal Palestina alumni Fakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta diketahui melalui unggahan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta di Instagram, Kamis (14/11/2024).
Selama ini dia menjadi penghubung penting dalam penyaluran bantuan medis di Gaza khususnya di wilayah Gaza Utara bagian dari FPEA (Alfursan Palestine Emergency Association).
Kemampuan bahasa Indonesia sang dokter menjadi sosok yang berperan dalam memastikan kebutuhan medis bantuan dari Indonesia.
Terutama untuk layanan kesehatan seperti obat-obatan yang harus tersalurkan kepada korban kekejaman Israel di Gaza Utara
Ketua Presidium Aqsa Working Group (AWG) Nur Ikhwan Abadi mengatakan Mohammed Shabat merupakan satu dari 1.000 lebih tenaga kesehatan yang syahid di Gaza.
Kehilangan RS
Rumah Sakit Indonesia di Gaza yang dibangun dari urunan seluruh rakyat Indonesia sebelumnya juga hancur dibombardir Israel.
Kerusakan gedung dan peralatan medis yang tidak berfungsi kemungkinan RS megah itu tidak dibuka lagi
Dana untuk membangun RS berasal dari sumbangan dan dari berbagai donatur. Total dana yang didapatkan mencapai Rp 126 miliar.
Pembangunan rumah sakit Indonesia pun dimulai pada Mei 2011.*
* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati Bandung, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Bandung, Jawa Barat.





