Oleh: Ridhazia
KALAU berwisata ke Bandung tidak mengenal bandros berasa tidak lengkap.
Di Bandung ada dua bandros yang namanya serupa sama -sama populer. Yang satu bandros kue tradisional khas Tanah Sunda. Satu lagi, Bandros bus wisata di Kota Bandung.
Kue Bandros
Kue tradisional ini terbuat dari campuran tepung beras, kelapa parut, daun suji dan santan. Kue ini biasanya dihidangkan dengan taburan gula pasir ,keju ataupun coklat .
Sepintas seperti kue ini mirip dengan kue pukis. Ternyata beda. Meski dibuat pada cetakan yang serupa, yakni cetakan yang berbentuk setengah lingkaran.
Banyak rasa dan warna bandros. Lazim putih untuk rasa asin. Warna lainnya manis dan serba campuran rasa.
Sejak Belanda
Banyak yang belum mengetahui kalau kue bandros kepanjangan dari bahan rose brand, merek tepung terigu tahun yang diproduksi dan dijual di pulau Jawa sejak awal tahun 1900-an.
Sejak Walikota RK
Sedangkan Bandros sejak Walikota Bandung Ridwan Kamil adalah bus wisata. Bandros dimaksud kepanjangan dari Bandung Tour on The Bus.
Gagasan RK ini mulai beroperasi pada malam tahun baru 2014. Sedang penamaan Bandros ditetapkan berdasarkan sayembara khusus di media sosial yang dimenangkan Erry Pamungkas.
Begitulah. Dua nama serupa tapi beda. *
* Ridhazia, dosen senor Fidkom UIN Sunan Gunung Djati Bandung, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Bandung, Jawa Barat.



