Olahraga

Setelah Tiga Kali Terpuruk di Pentas PON, Senam Jabar Siap Bangkit

472views

 

Bandung, BANDUNGPOS- Kepengurusan Pengprov Federasi Gimnastik Indonesia (FGI) Jawa Barat masa bakti 2025-2029 resmi di lantik di Aula Gedung Dispora Jabar Jalan Pacuan Kuda, Arcamanik Kota Bandung, Minggu (27/7/2025).

Hadir pada acara pelantikan tersebut antara lain Wakil Gubernur Jabar Erwan Setiawan, Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Persatuan Senam Indonesia (Persani) Ita Yuliati Irawan, Sekretaris Umum KONI Jabar Gianto Hartono serta komunitas senam di Jabar.

“Alhamdulilah saya bisa menghadiri pelantikan pengurus Persani atau FGI Jabar. Kedepan saya berharap ada prestasi yang lebih baik lagi yang muncul dari atlet-atlet Persani  Jabar. Terus terang selaku Wakil Gubernur dan  putra Jabar, saya kecewa dengan kepengurusan yang lalu. Kita akui saja dari tiga kali penyelengaraan PON (PON Jabar, PON Papua dan PON Aceh-Sumut) Jabar hattrick menjadi juara umum, sementara Persani yang memperebutkan 23 emas tak satupun emas direbut Jabar,” ujar Erwan usai acara pelantikan.

Erwan ingin menghapus jejak kelam minim emas di tubuh Persani Jabar. Apalagi – lanjut Erwan, pengurus Persani Jabar  yang baru dilantik telah mengutarakan tekadnya di pentas PON 2028 di NTB dan NTT, yakni merebut 5 medali emas.

“Tentu kami dari Pemprov Jabar sangat mensuport dan siap berkolaborasi untuk meningkatkan prestasi senam di Jabar. Target progresif Pemprov 7 emas. namun target 5 emas Persani cukup realistis karena potensi atlet senam Jabar sangat bagus, tinggal ditingkatkan mentalnya. Jadi masalah teknis, pesenam Jabar tidak kalah. Yang menjadi kendala tentunya soal mental bertanding,” ucap Erwan.

Dibawah kendali sosok muda Dika Chrisna Irzandi, Wagub Erwan optimis bakal banyak inovasi dilakukan kaitannya dengan pencapaian prestasi.

“Semangat muda tentunya harus berlipat-lipat sehingga apa yang ditargetkan idealnya harus terpenuhi. Senam Jabar jangan hanya sebatas mengirim atlet  (ke PON) tapi hasilnya tidak memperoleh medali. Saya pikir ini percuma. Saya kenal baik dengan Dika. Dia sosok muda penuh semangat dan inovasi,” ujar Erwan.

Sementara itu Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Persatuan Senam Indonesia (Persani) Ita Yuliati Irawan menilai sosok Dika yang memimpin Persani Jabar telah menerbitkan secercah harapan bagi prestasi senam Jabar di level Nasional.

“Kepengurusan yang lalu bukan tidak baik, tapi penuh kendala yang tak bisa diatasi. Jadi saya rasa Pak Dika itu tak hanya bermodalkan semangat, namun memiliki juga kemampuan untuk memenejeri semua pengurus. Jiwa kepemimpinannya sudah terlihat. Sekarang tinggal bagaimana jajaran pengurusnya satu arah pemikiran dengan Pak Dika,” ujar Ita.

Ita menegaskan, senam Jabar harus bangkit karena sudah lama terpuruk. Raihan perak di PON Sumut, Ita menilai sudah cukup lumayan dibanding dengan PON Jabar dan PON  Papua yang minus medali. Dalam waktu dekat Ita berharap senam Jabar harus membuat strategi untuk jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.

“Yang paling penting atlet harus dilatih dengan benar dengan pola latihan yang kontinyu. Contohnyadi Pelatnas senam, durasi berlatih itu bisa memakan waktu setahun. Hal ini harus betul-betul diperhitungkan,” ujar Ita.

Menyasar ke soal sarana dan prasarana yang belum memadai, Ita mengungkap dua pilihan. Pertama apakah mengundang pelatih asing datang atau memberangkatkan atlet berlatih di luar negeri. Dan Jepang menjadi negara yang “layak” untuk dijadikan tempat berlatih.

“Jepang cocok untuk tempat berlatih atlet senam putra, sementara Amerika cocok untuk putri. Saat ini negara-negara Eropa Timur tidak terlalu kuat. Contohnya Rumania yang saat ini hanya kuat di nomor ritmik,” tutur Ita.

Disisi lain Ita juga menyinggung tentang gelaran Artistic Gymnastics World Championships Jakarta 2025 yang akan diselenggarakan di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno (GBK), pada 19-25 Oktober 2025 mendatang.

Berkaitan dengan persiapan kejuaraan dunia tersebut, Ita juga menyampaikan, FIG telah datang ke Indonesia untuk mengecek lokasi tempat perhelatan pada awal April lalu.

“Sekarang sudah masuk rencana induk dan sudah kami sampaikan ke Kemenpora. Kemudian RAB (Rencana Anggaran Biaya) sudah masuk ke Kemenpora, dan mereka telah menyampaikan ke Kemenkeu. Sekarang kita lagi menyusun data dukungannya. Jadi persiapannya jalan terus.” lanjut Ita.

Ajang bertajuk 53rd Artistic Gymnastics World Championships Jakarta 2025 ini akan mempertandingkan nomor artistik dan gimnastik, yang diikuti sekitar 500 atlet dengan total 1.200 orang termasuk ofisial dan juri yang merupakan delegasi dari 78 negara.

Ditempat yang sama Sekretaris Umum KONI Jabar Gianto Hartono yang hadir mewakili Ketua Umum KONI Jabar memberi apresiasi terhadap hadirnya sosok muda yang kini memimpin senam Jabar. Dipimpin sosok muda, Gianto berharap akan lahir inovasi baru, pemikiran baru serta harapan-harapan baru yang mampu menerbitkan prestasi senam Jabar.

“Kaum muda itu biasanya haus bekerja. Banyak lahir pemikiran-pemikiran baru. Saya berharap inovasi yang nanti akan lahir di tangan Dika, mampu diimbangi oleh jajaranan pengurus lainnya sehingga akan terjadi sinkronisasi serta kolaborasi yang mampu mewujudkan prestasi.” ujar Gianto.

Gianto menegaskan, KON Jabar akan senantiasa mendukung cabor, baik itu dari sisi finansial maupun ilmu kepelatihan. Ini hal yang urgen, sebab bagaimanapun juga lahirnya prestasi dari cabor muaranya akan membawa kebanggaan bagi KONI Jabar.

“Senam Jabar yang dimasa lalu kurang bagus pestasinya, sudah lupakan saja. Sekarang ketua dan jajaran pengurus senam Jabar harus mampu bangkit dan menunjukkan prestasi yang membanggakan bagi warga Jabar,” tegas Gianto.

Ditempat yang sama Ketua Umum Pengprov Federasi Gimnastik Indonesia (FGI) Jawa Barat masa bakti 2025-2029 yang resmi di lantik,  Dika Chrisna Irzandi mengutarakan keoptimisannya meraih 5 medali emas di PON 2028.

“Terkait target emas di PON, kita sudah melakukan mapping. Incaran kami ada beberapa disiplin baru di PON nanti. Yang baru itu  dua disiplin yaitu parkour dan trampolin. Saat ini disiplin parkour peringkat 22 dunia dimiliki atlet asal Kota Bandung. Sementara disiplin trampolin sudah hampir 5 tahun selalu juara umum di Kejurnas,” tutur Dika.

Target 5 emas di PON 2028, selain di disiplin parkour dan trampoline, sisanya bisa direbut dari senam nomor  artistik, ritmik dan aerobic. Dika mengatakan di PON mendatang bakal ada gerakan-gerakan kejutan.

“Jelang 3 tahun sebelum gelaran PON sebetulnya mepet tapi kita coba manfaatkan waktu sekecil mungkin. Di BK Porprov sudah terlihat peta kekuatan kita untuk PON,” ujar Dika.

Di program jangka pendek, Dika bersama seluruh pengcab Persani kota dan kabupaten serta tim talent scouting akan segera mempersiapkan program BK sekaligus menginventarisir atlet, baik yang sudah ada maupun yang akan datang.

Dika berharap dikepengurusan yang dipimpinnya sekarang harus muncul sosok yang berdedikasi, loyalitas dan bertoleransi.  (den)

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Response