Gubernur Jawa Barat ‘Ngomel-Ngomel’ Karena Pusdai Jabar Kurang Terawat
Gubernur Jawa Barat Ngomel Pusdai Jabar Kurang Terawat

“Kok ngomel? Ada umbul-umbul yang dari tahun ke tahun tidak diganti,” ujarnya.
Tidak hanya itu, Dedi Mulyadi menuturkan, menemukan aspal hotmix yang sudah karatan.
“Ada pintu gerbang yang diambil parkirnya saja tapi pintunya sudah tidak diurus. Ada sampah yang berhari-hari mungkin tidak terangkat. Ada sapu yang berserakan,” tutupnya.
Gubernur Jawa Barat juga menyorot baju bekas yang dibuang sembarangan.
Dedi Mulyadi menekankan, pusat dakwah harus mengajarkan bagaimana keuangan tertib.
Dari pusat dakwah kita ajarkan bagaimana sikap hidup kita saling menghormati dan menghormati,” lanjutnya.
Gubernur Jawa Barat menjelaskan, ingin Islam bukan hanya aksesoris dalam bentuk bangunan.
“Islam bukan sekedar aksesoris dalam bentuk organisasi, tapi Islam lahir dalam perilaku kehidupan masyarakat. Melahirkan masyarakat madani,” tegasnya.
“Kata orang Sunda, masyarakat gemah ripah, repeh, rapih (subur makmur, sejahtera dan tenteram, cukup sandang dan pangan, damai dan rukun atau aman sentosa).
“Sareundeuk saigel, sabobot sapihanean (ungkapan sunda tentang kebersamaan dan gotong royong,” tuturnya.
Di Akhir Segalanya Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berharap, antara diri, alam, dan Tuhan Yang Maha Esa menjadi satu kesatuan.* *(Adem/BNN)





