Daerah

GerakanLiterasi Lampung Tengah, Lahirkan Rekor “MURI”

Gebyar Literasi Lampung Tengah, Lahirkan Rekor “MURI”

522views

LAMPUNG TENGAH, BANDUNGPOS— Untuk meningkatkan minat baca masyarakat, Bunda Literasi Kabupaten Lampung Tengah, Ny.Mardiana Musa Ahmad, dengan Inovasi Gerakan Gemar Membaca 30 menit setiap hari dalam keluarga yang telah dibacakan oleh Bupati Lampung Tengah pada 8 Agustus 2022 yang disampaikan oleh Perpustakaan Nasional dan telah terbentuk 28.000 Perpustakaan Keluarga dan Bunda Literasi Lampung Tengah mendapatkan Penghargaan Rekor Muri dengan kategori Kunjungan terbanyak ke Perpustakaan Sekolah.

Kegiatan Inovasi Bunda Literasi tahun 2024 telah melaksanakan kegiatan Gebyar Literasi di 15 Kecamatan yaitu pada literasi sekolah yaitu pada jenjang TK/PAUD, SD, SMP dan SMA/SMK sehingga membaca dan menulis menjadi kebiasaan di sekolah terutama dapat menyikapi literasi digital yang merupakan penopang kegiatan membaca dan menulis dari rumah.

Hal itu terungkap dalam Gebyar Literasi Kabupaten Lampung Tengah dalam rangkaian agenda Gebyar Literasi Gerakan Indonesia Membaca, Membaca itu Sehat Menulis itu Hebat, kemarin. 

Hadir dalam acara tersebut, Kepala Pusat Analisis Perpustakaan dan Pengembangan Budaya Baca Perpustakaan Nasional RI: Bapak Nurhadi Saputra, S.Sos., M.Si, Wakil Bupati Lampung Tengah, dr.H.Ardito Wijaya, Forkopimda Kabupaten Lampung Tengah, Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi Lampung, Bactiar Adnan Kesuma S.Sos., Dwi Renya Roosaria, Sadariyah Ariningrum, Camat se-Kabupaten Lampung Tengah, Ketua DWP Kabupaten Lampung Tengah, Bunda Literasi Kecamatan se-Kabupaten Lampung TengahTokoh Literasi dan penulis Nasional Bachtiar Adnan Kusuma, tampil memukau di hadapan ratusan orang peserta Gebyar Literasi Gerakan Indonesia Membaca dengan Tema Membaca itu Sehat, Menulis itu Hebat yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lampung Tengah.

Tampil juga Rossie Setiawan dari Read A Aloud dan Ariningrum Sadariah Pustakawan Perpustakaan Nasional. Gebyar Gerakan Indonesia Membaca Kabupaten Lampung Tengah menampilkan pameran produk lokal Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, berbagai lomba membaca dan menulis.

Menurut Mr.BAK, menulis buku tidak perlu waktu lama. Asal saja, kata Mr.BAK direncanakan matang, niatnya untuk menulis dan tak sekedar dibicarakan, tapi penting lagi apa yang dibicarakan ditulis dan apa yang dipikirkan ditulis dan apa yang digagas ditulis. Karena hanya dengan menulis apa yang dipikirkan, dikerjakan itulah karya intelektual yang efeknya bisa memberi inspiratif bagi pembaca. “Teori menulis tak berarti memikirkan, tapi dibuktikan dengan memulai menuliskannya” tegas BAK.

Sementara Bunda Literasi Lampung Tengah, Hj.Mardiana Musa Ahmad, didampingi Sekretaris Bunda Literasi Lampung Tengah, Ibu Ina Murata. memberikan apresiasi yang tinggi atas kehadirannya Bapak BAK di Kabupaten Lampung Tengah ( RM/BNN )

 

Leave a Response