Bandung Raya

Fikom Unisba Kukuhkan Semangat Akademik Lewat Sarasehan Doktor Baru

237views

METRO BANDUNG, bandungpos.id — Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung (Fikom Unisba) menggelar Sarasehan Doktor Baru pada Kamis (6/11) di Ruang Badan Penjaminan Mutu (BPM), Jalan Tamansari 24–26 Bandung. Kegiatan ini dihadiri jajaran pimpinan fakultas, antara lain Dekan Fikom Prof. Dr. Atie Rachmiatie, M.Si., Wakil Dekan I Dr. Ferry Darmawan, M.Ds., Wakil Dekan II Prof. Dr. Dedeh Fardiah, M.Si., serta Wakil Dekan III Dr. Tresna Wiwitan, M.Si.

Acara tersebut menjadi ajang konsolidasi akademik bagi para dosen yang baru saja menuntaskan studi doktoralnya pada tahun ini. Enam doktor baru yang hadir, yakni Dr. Nova Yuliati, Dr. Doddy C. Iskandar, Dr. Muhammad E. Fuady, Dr. Tia Muthiah Umar, Dr. Maya Amalia Oesman Palapah, dan Dr. Ratri Rizki Kusuma Lestari, diharapkan menjadi motor penggerak akselerasi tridarma perguruan tinggi sekaligus penguat kapasitas akademik fakultas.

Dalam sambutannya, Prof. Atie Rachmiatie menyampaikan apresiasi atas pencapaian para doktor baru tersebut. Ia menegaskan bahwa gelar doktor bukanlah garis finis, melainkan awal dari perjalanan baru dalam dunia akademik yang menuntut tanggung jawab lebih besar.

“Studi boleh usai, tetapi perjuangan belum selesai. Disiplin, semangat menulis, membaca, dan berpikir kritis yang telah terbentuk selama menempuh studi doktoral harus terus dijaga. Itulah modal utama untuk mempercepat kemajuan pribadi maupun lembaga,” tutur Atie.

Dekan Fikom menambahkan, kebiasaan akademik yang terbentuk selama proses studi menjadi fondasi penting bagi peningkatan produktivitas dosen, terutama dalam bidang penelitian, publikasi ilmiah, pengabdian masyarakat, dan karya ilmiah lainnya.

Ia menegaskan, produktivitas akademik merupakan kebutuhan strategis fakultas dalam memperkuat posisi Fikom Unisba, baik dari sisi akreditasi maupun reputasi keilmuan.

“Kami berharap para doktor terus produktif dalam menulis, meneliti, dan berkarya. Fakultas membutuhkan kontribusi nyata dari setiap insan akademik untuk terus tumbuh dan berinovasi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Prof. Atie menyoroti pentingnya publikasi dan penelitian sebagai indikator kunci dalam akreditasi program studi S1 dan S2. Ia mendorong para doktor baru untuk segera memetakan bidang kepakarannya, bergabung dalam klaster keilmuan, serta menyusun roadmap riset yang terarah dan berkelanjutan.

Tak hanya itu, forum sarasehan juga dimanfaatkan untuk membahas arah pengembangan ilmu komunikasi di Unisba. Prof. Atie menekankan pentingnya diferensiasi keilmuan agar Fikom Unisba memiliki karakter yang kuat dibandingkan fakultas sejenis di universitas lain, terutama dalam konteks komunikasi berbasis nilai-nilai Islam.

Ia mengajak para doktor baru berperan aktif dalam membangun keunggulan kompetitif Fikom Unisba, baik melalui pembentukan kelompok kepakaran, penyusunan peta jalan penelitian, maupun pelibatan mahasiswa dalam riset kolaboratif untuk mempercepat publikasi ilmiah.

Kegiatan sarasehan ini menjadi momentum strategis bagi Fikom Unisba dalam memperkokoh ekosistem akademik, memperluas jejaring riset, serta meningkatkan kontribusi para doktor baru terhadap pengembangan tridarma perguruan tinggi. Kehadiran mereka diharapkan menjadi energi baru bagi peningkatan kualitas riset, publikasi, dan inovasi keilmuan di lingkungan Fikom Unisba.(sani/bnn)

Leave a Response