Bandung Raya

FEB Unisba Harumkan Nama Bangsa di Ajang Internasional: Raih Predikat Best Paper dan Best Presenter di 9th IBEMS Australia

Penelitian yang mengantarkannya ke podium juara ini dilakukan bersama Dr. Septiana Ayu Estri Mahani, S.E., M.M., dosen Prodi Manajemen FEB Unisba. Kolaborasi lintas program studi ini menjadi bukti nyata soliditas riset di lingkungan FEB Unisba.(foto: komhumas unisba)
280views

METRO BANDUNG, bandungpos.id – Program Studi Magister Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Bandung (FEB Unisba) kembali menorehkan tinta emas di kancah internasional. Dalam ajang 9th International Conference on Interdisciplinary Business, Economy, Management, and Social Studies (IBEMS) yang digelar di Curtin University, Perth, Australia pada 3–4 Juli 2025, Prof. Dr. Pupung Purnamasari, S.E., M.Si., Ak., CA. sukses menyabet dua penghargaan prestisius: Best Paper dan Best Presenter.

Penelitian yang mengantarkannya ke podium juara ini dilakukan bersama Dr. Septiana Ayu Estri Mahani, S.E., M.M., dosen Prodi Manajemen FEB Unisba. Kolaborasi lintas program studi ini menjadi bukti nyata soliditas riset di lingkungan FEB Unisba.

Dalam forum ilmiah yang diikuti oleh 56 pemakalah dari 18 negara dan didukung oleh 32 universitas bergengsi, keduanya mempresentasikan paper berjudul “Data-Centric Risk Management Practices in Islamic Financial Institutions: A Developmental Study Between Brunei and Indonesia”. Karya ilmiah ini merupakan bagian dari luaran hibah Penelitian Kerja Sama Luar Negeri (PKLN) yang difasilitasi oleh LPPM Unisba.

“Ini menunjukkan bahwa keterbatasan dana bukanlah penghalang untuk menghasilkan karya berkualitas tinggi, asalkan dimanfaatkan secara maksimal dan dilandasi semangat akademik yang tinggi,” ujar Prof. Pupung, yang juga menjabat sebagai Ketua Program Studi Magister Akuntansi FEB Unisba.

Ia mengakui persaingan di ajang ini cukup ketat. Banyak peserta berasal dari universitas-universitas top dunia dan memiliki pengalaman panjang dalam forum-forum ilmiah internasional. “Tapi karena kami berusaha sungguh-sungguh, hasilnya pun tak mengecewakan,” ungkapnya.

Prof. Pupung juga bukan wajah baru dalam dunia konferensi internasional. Ia pernah tampil di Vietnam, Belanda, Thailand, dan Malaysia. Meski pendanaan sering jadi tantangan, hal itu tak menyurutkan semangatnya untuk terus berkarya dan berkontribusi di dunia akademik.

Penelitian mereka menggunakan metode survei dengan melibatkan 763 responden dari institusi perbankan syariah di Indonesia (Bandung dan Jakarta) serta Brunei. Responden berasal dari berbagai level manajerial, termasuk manajer cabang, auditor syariah, hingga manajer TI. Studi ini mengkaji manajemen risiko di bank syariah, khususnya yang dipengaruhi oleh big data, kematangan digital, dan tingkat religiusitas.

Tak hanya mempresentasikan penelitiannya sendiri, Prof. Pupung juga membawa serta mahasiswa Magister Akuntansi FEB Unisba ke kancah internasional. Tiga paper berhasil dipresentasikan, termasuk dua di antaranya hasil kolaborasi dengan mahasiswa yang disampaikan secara daring.

Adapun mahasiswa yang terlibat yaitu:

  • Dewi Kartika Didik, dengan paper “Unraveling the Cause of Fraudulent Financial Reporting in the Indonesian Banking Sector: The Revised Beneish M-Score Approach”.

  • Faizul Idris, dengan paper “The Role of Forensic Accounting in Resolving Corporate Disputes Through Litigation”.

“Forum ini bukan hanya sarana publikasi hasil riset, tapi juga langkah strategis mendukung program internasionalisasi Unisba serta pemenuhan standar akreditasi internasional,” jelas Prof. Pupung.

Selain konferensi, Prof. Pupung juga memanfaatkan momentum di Australia untuk benchmarking kurikulum dengan Curtin University dan menjalin komunikasi awal kerja sama dengan beberapa institusi seperti Polytechnic University of the Philippines (PUP), UNAIR, Perbanas, dan Business Management Network (BMN).

Dari hibah PKLN ini, telah dihasilkan berbagai luaran akademik, di antaranya dua artikel ilmiah (satu telah disubmit ke jurnal Emerald), satu makalah konferensi, satu book chapter bereputasi Scopus, serta bahan ajar berbasis riset.

“Saya sangat mengapresiasi dukungan dari LPPM Unisba. Semoga pencapaian ini bisa menjadi pemantik semangat bagi dosen-dosen lain untuk terus menghasilkan karya yang membanggakan dan membawa Unisba ke panggung global,” tutupnya.

Leave a Response