Kabupaten/Kota

Pasar Bendungan, Satu dari Empat Pasar di Kulprog Segera Ditata Temamtik dan Miliki Rest Area oleh Disdag

Pasar Bendungan, Satu dari Empat Pasar di Kulprog yang Akan Ditata Temamtik

296views
WATES, BANDUNGPOS –Dinas Perdagagangan (Diusdag) Kulon Progo telah menyiapkan Brading pasar tematik yang akan diterapkan pada empat pasar. Upaya ini dilakukan untuk meramaikan kembali pasar tradisional. Salah satu pasar yang ditata kembali dan menjadi pasar tematik adalah Pasar Bendungan. Selain menjadi pasar dengan konsep pasar terbarukan, Pasar Bendungan jkuga akan memiliki Rest Area.Plt Kepala Disdag Kulon Progo Riyadi Sunarto membenarkan, kondisi pasar yang relatif sepi. Mau tak mau pasar memang sudah banyak ditinggalkan dan harus diubah untuk menarik kunjungan. Salah satu gagasan dinasnya berupa pengembangan pasar tematik

“Jadi setiap pasar tradisional yang ada akan memiliki temanya sendiri, setiap pasar berbeda-beda,” ucap Riyadi Minggu (6/7).

Pria yang akrab disapa Didik ini menyampaikan, konsep tematik diklaim dapat menarik kunjungan. Lantaran, pengunjung yang memiliki minat tertentu bisa mampir ke pasar dengan tema yang sesuai. Misalnya pasar kulinert yang menyuguhkan aneka makanan.
Namun, gagasan pasar tematik ini masih memerlukan kajian. Sebab kebutuhan, karakteristik, dan masukan pasar masyarakat masih perlu diimbangi. Tujuannya, untuk memastikan pasar tematik dapat secara optimal menaikkan angka kunjungan maupun transaksi di pasar tradisional.

“Yang hampir terlaksana adalah Pasar Sentolo, temanya sebagai  rest area ,” ucapnya.

Pasar Sentolo yang terletak tepat di Jalan Wates-Jogja ini digarap dengan tema tempat beristirahat. Lantaran, letak pasar yang berada di jalan nasional dan menjadi tempat singgah truk logistik. Meskipun tidak akan banyak perubahan yang terjadi, lahan di depan pasar akan diorientasikan sebagai  tempat istirahat  dan pedagang yang menjual aneka makanan.

Selain Pasar Sentolo, ada pula Pasar Watws , Pasar Bendungan, dan Pasar Kranggan yang menjadi sasaran. Tema Wacana Pasar Wates lebih menonjol menjadi pasar kuliner baik siang maupun malam yang akan terfokus pada lantai dua.

“Masih perlu dikaji lagi, bisa saja sebagai sentra elektronik ataupun tekstil,” ungkapnya.

Upaya untuk meramaikan pasar tradisional telah dilakukan Pemkab Kulon Progo. Beberapa waktu lalu, pemkab meluncurkan digitalisasi pembayaran di pasar tradisional. Kala itu, Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko optimistis, layanan pembayaran digital di pasar tradisional dapat mengembalikan kejayaan pasar.** *(rilis/BNN)

Leave a Response