Oleh Bambang Prakoso (Dosen Ilmu Perpustakaan FISIP UWKS dan Ketua GPMB Jawa Timur)
Peristiwa krisis seperti tahun 1998 didepan mata APBN Devisit, korupsi menggerogoti negara ini. Pemerintah Indonesia mencatat defisit anggaran sebesar Rp31,2 triliun pada Februari 2025, atau sekitar 0,13% dari PDB. Angka ini berbanding terbalik dengan surplus Rp26 triliun (0,11% dari PDB) pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan penerimaan pajak sebesar 30,2% menjadi salah satu penyebab utama defisit ini, dipicu oleh melemahnya harga komoditas utama serta perubahan metode pengumpulan pajak.
VUCA –adalah akronim dari Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity. Istilah ini muncul dalam teori kepemimpinan Warren Bennis dan Burt Nanus pada 1987, yang kemudian digunakan dalam pelatihan kepemimpinan militer di US Army War College untuk menggambarkan situasi politik-keamanan yang berubah cepat di era 1990-an, dari keruntuhan Soviet hingga Perang Teluk.
Volatility. Dunia berubah cepat, bergejolak, tidak stabil, dan tak terduga. Tidak ada yang dapat memprediksi bahwa 2020an akan menjadi tahun paling buruk bagi hampir semua sektor usaha di dunia.
Perusahaan yang mengajukan kebangkrutan pada 2024 diantaranya ; Big Lots, Joann, Party City, Spirit Airlines, Tupperware, True Velue, Stoli, Red Lobster, TGI Fridays, Express, Perusahaan dalam negeri diantanya ; Sritex, Sanken, Investree, Tani Fan, Net Visi Media.
Uncertainty. Masa depan penuh dengan ketidakpastian. Sejarah dan pengalaman masa lalu tidak lagi relevan memprediksi probabilitas dan sesuatu yang akan terjadi.
Peristiwa krisis seperti tahun 1998 didepan mata APBN Devisit, korupsi menggerogoti negara ini. Pemerintah Indonesia mencatat defisit anggaran sebesar Rp31,2 triliun pada Februari 2025, atau sekitar 0,13% dari PDB. Angka ini berbanding terbalik dengan surplus Rp26 triliun (0,11% dari PDB) pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan penerimaan pajak sebesar 30,2% menjadi salah satu penyebab utama defisit ini, dipicu oleh melemahnya harga komoditas utama serta perubahan metode pengumpulan pajak.
Krisis ekonomi 1998 di Indonesia adalah salah satu krisis ekonomi terburuk dalam sejarah modern negara ini, krisis ini tidak hanya menghancurkan ekonomi Indonesia, tetapi juga mengakibatkan perubahan besar tatanan politik dan sosial. Krisisi dipicu kombinasi uatng luar negeri yang tinggi, kebijakan ekonomi yang lemah, lemahnya perbankan,dan spekulasi mata uang.
Diperparah dengan korupsi yang ugal-ugalan, kondisi perekonomian semakin tidak menentu, kebijakan politik yang penuh ketidakpastian. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diprediksi fluktuatif namun akan ditutup melemah di rentang Rp16.420-Rp16.460 pada perdagangan akhir pekan ini, Jumat (14/3/2025), jika dolar terus anjlok sampai 20.000 per dolar AS maka bisa dipastikan krisis 1998 terulang, negara mengalami kekacauan dampaknya sangat serius.
Complexity. Dunia modern lebih kompleks dari sebelumnya. Masalah dan akibat lebih berlapis, berjalin berkelindan, dan saling memengaruhi. Situasi eksternal yang dihadapi para pemimpin bisnis semakin rumit.
Perbincangan yang sedang hangat mengenai resesi di negara-negara adikuasa yang tadinya di Eropa dan sekarang sudah sampai di Amerika, 24% GDP dunia dikuasai Amerika Imbasnya kemana-mana salah satunya Indonesia. Dua perusaan besar JP Morgan dan Golman Sachs mengeluarkan angka yang kemungkinan resesi di Amerika Serikat. JP Morgan dari 17% mencapai 30 %, Golman Sachs dari 14% pada Januari sekarang menjadi 23%. harga saham di Amerika anjlok, konsumsi mengalami penurunan.
Negara berkembang seperi Singapura justru bertumbuh diawal 2025, Malaysia diserbu investor asing, Vietnam terus tumbuh, Thailan juga positif. Indonesia justru terus devlasi, Target Presiden Prabowo ekonomi tumbuh 8% di 2029, konsumsi naik 7.2 % tanpa disiplin dan komintmen serius ini tidak akan terwujud.
Ambiguity. Lingkungan bisnis semakin membingungkan, tidak jelas, dan sulit dipahami. Setiap situasi dapat menimbulkan banyak penafsiran dan persepsi.
Perubahan yang cepat secara makroekonomi di berbagai negara di dunia, berdampak pada daya beli masyarakat yang menurun. banyak perusahaan yang mengalami kesulitan dalam menjalankan bisnisnya karena menurunnya pendapatan dan laba Perusahaan.
Dalam 25 tahun ini awal 2025 ini deflasi terparah 0,48% Man of Man, 0,09% Year of Year pada februari 2025, harga barang dan jasa mengalami penurunan, kalau terjadi terus-menerus ekonomi bisa lumpuh, bisnis melambat, daya beli turun, uang beredar sedikit mau tidak mau industri PHK besar-besaran.
Laporan kementrian tenaga kerja (Kemnaker) mencatat bahwa terdapat 77.965 tenaga kerja di Indonesia terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) sepanjang 2024, diawal 2025 perusahaan-perusahaan besar bertumbangan, ini seperti lingkaran setan.
Gubernur Riau Pada Forum Kunsultasi Daerah menyampaikan, tahun ini defisit anggaran terbesar sepanjang Sejarah, sektor tunda banyar (utang) 2.2 triliun, devisit 1.5 triliun total 3.7 triliun. Kemampuan visakal Riau sangat mempritinkan, dinolkan pun kegiatan Provinsi Riau tidak bisa bayar, menurut gubernur asset daerah tidak ada yang bisa dijual lagi.
Setoran pajak pada negara di januari 2025 hanya terkumpul Rp 88,89 Triliun, anjlok 41,88%, hutang ajtuh tempo 3700 triliun ini hutang negara untuk membangun negara dalam 10 tahun kemarin. Hutang dari 2300 trliun diawal 2014 menjadi 8700 triliun diakhir jabatan Presiden Joko Widodo 2024 naik 6000 triliun lebih kalau bunga pinjaman 8% pertahun maka bunganya 700 triliun pertahun dikali 5 tahun maka bunga yang harus dibayar pada pemerintahan Prabowo 3700 triliun. ** Bambang Prakoso Dosen Ilmu Perpustakaan FISIP UWKS dan Ketua GPMB Jawa Timur




