
ISTANBUL, BANDUNGPOS ID. – Upaya menyatukan penanggalan ibadah umat Islam dunia melalui Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) kembali menguat dan menjadi sorotan dalam International Islamic Astronomy Summit yang digelar di Istanbul, Turki. Gagasan tersebut dinilai sebagai langkah strategis untuk menghadirkan kepastian waktu ibadah yang selama ini kerap berbeda antarnegara. KHGT digagas sebagai sistem kalender terpadu berbasis syariah dan ilmu pengetahuan modern.
Ketua Forum Astronomi Islam Internasional, Dr. Ahmad Fauzi, dalam paparannya menyebut KHGT merupakan ikhtiar besar umat Islam untuk menghapus perbedaan penentuan awal bulan yang selama puluhan tahun menjadi perdebatan. “Jika seluruh negara Muslim bersedia merujuk pada satu kalender global, insyaallah perbedaan awal Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha tidak akan lagi berulang setiap tahun,” ujarnya dalam sesi pleno utama, Jumat (21/11/2025).
Ia menegaskan bahwa penyatuan kalender bukan hanya persoalan teknis, melainkan sejalan dengan spirit kemudahan dalam syariat. Mengutip Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 185, Dr. Ahmad menyampaikan bahwa Allah menginginkan kemudahan bagi hamba-Nya. “Prinsip yusr—kemudahan—adalah dasar penting. KHGT hadir untuk memudahkan umat, bukan mempersulit,” katanya di hadapan delegasi dari 27 negara.
Sementara itu, Pengamat Falak Nasional, Ustaz Hilmi Ridwan, yang turut hadir sebagai pembicara, menilai kalender global akan memberi kepastian sebagaimana sistem penjadwalan shalat yang telah digunakan seluruh umat Islam di dunia. “Shalat Jumat saja dilaksanakan pada hari yang sama di seluruh dunia. Perbedaan hanya pada jamnya. Ini bukti keseragaman itu mungkin dan bermanfaat bagi umat,” ujarnya saat ditemui usai diskusi panel.
KHGT diproyeksikan menjadi tonggak penting dalam penguatan ukhuwah Islamiyah di tingkat global. Selain menyamakan awal bulan-bulan penting, kalender ini juga dinilai mampu melunasi “hutang peradaban” umat Islam dalam menghadirkan sistem penanggalan ilmiah yang komprehensif. Para pakar berharap, dengan dukungan negara-negara Muslim, KHGT dapat segera diwujudkan sebagai simbol persatuan, kemudahan, dan kemajuan peradaban Islam modern. (Iding/bnn)





