DaerahKabupaten/Kota

Desa Bokimake dan Kekayaan Budayanya di Mata Penggiat Literasi

36views

KABUPATEN HALMAHERA SELATAN, Bandungpos--Desa Bokimake merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Kayoa Barat, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara. Desa ini dikenal memiliki kekayaan sejarah, budaya, dan kehidupan masyarakat yang masih sangat menjaga adat istiadat leluhur. Bokimake bukan hanya dikenal sebagai desa pesisir dan desa nelayan, tetapi juga menjadi desa yang memiliki nilai budaya yang sangat kuat di tengah perkembangan zaman saat ini.

Sebagai penggiat literasi Halmahera Selatan, saya, Asri S. Gosora, selama kurang lebih satu bulan berada di Desa Bokimake untuk mengenal lebih dekat kehidupan masyarakat dan kekayaan budaya yang ada di desa tersebut. Selama berada di sana, saya melihat secara langsung bagaimana masyarakat Bokimake masih menjaga hubungan persaudaraan, gotong royong, dan rasa hormat terhadap adat istiadat yang diwariskan oleh leluhur mereka.

Bahasa yang digunakan masyarakat sehari-hari adalah Bahasa Makeang atau Makian. Bahasa ini masih terus digunakan dalam kehidupan sosial masyarakat, baik dalam percakapan keluarga, kegiatan adat, maupun aktivitas sehari-hari lainnya. Keberadaan Bahasa Makeang menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Bokimake yang terus dijaga hingga sekarang.

Selain budaya dan adat istiadat, Desa Bokimake juga memiliki sejarah yang erat dengan perjalanan Kesultanan Bacan. Desa ini dipercaya menjadi salah satu tempat persinggahan Sultan Said Husen Muhammad Al Bakir dalam perjalanan dari Pulau Makian menuju Pulau Bacan. Di desa ini juga terdapat situs sejarah Ake Boki atau Talaga Boki yang dipercaya sebagai sumber air yang pernah digunakan oleh Sultan Bacan pada masa itu. Hingga sekarang, tempat tersebut masih dihormati oleh masyarakat sebagai bagian dari sejarah penting di Halmahera Selatan.

Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat Desa Bokimake memiliki semangat gotong royong yang sangat tinggi. Masyarakat saling membantu dalam berbagai kegiatan sosial maupun kegiatan adat. Nilai kebersamaan dan kekeluargaan masih sangat terasa dalam kehidupan masyarakat desa. Hal ini menjadi salah satu kekuatan utama masyarakat Bokimake dalam menjaga persatuan dan keharmonisan di lingkungan desa.

Di sisi lain, Desa Bokimake juga dikenal sebagai salah satu desa penghasil ikan di Kecamatan Kayoa Barat. Banyak masyarakat bekerja sebagai nelayan dan menggantungkan kehidupan dari hasil laut. Potensi perikanan yang besar menjadikan Bokimake memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai desa nelayan yang maju di Halmahera Selatan.

Melalui pengalaman selama berada di Desa Bokimake, saya melihat bahwa desa ini memiliki kekayaan budaya, sejarah, dan kehidupan sosial yang sangat luar biasa. Budaya yang masih terjaga, Bahasa Makeang atau Makian yang tetap digunakan, semangat gotong royong masyarakat, serta potensi laut yang besar menjadi kekuatan penting bagi Desa Bokimake untuk terus berkembang di masa depan.**( Asri S Gosora/rm/BNN)

Leave a Response