Kolom Sosial Politik

BHAYANGKARA Dibayangi Citra Buruk Korupsi

282views

Oleh : Ridhazia

AKAR sejarah Bhayangkara — dari bahasa Sansekerta yang berarti penjaga — adalah tradisi militer dan keprajuritan Majapahit yang dikomandani Patih Gajah Mada.

Kerajaan Majapahit eksis selama tiga abad sejak abad ke-13 dan mencapai puncak kejayaannya pada abad ke-14. Kerajaan yang bercorak Hindu Budha ini runtuh pada abad ke-16.

Polisi Indonesia : Bhayangkara!

Polisi Indonesia menggunakan kata Bhayangkara untuk identitas sosialnya. Bahkan 1 Juli sebagai Hari Bhayangkari, hari jadi Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Padahal kepolisian negara sejatinya berdiri sejak proklamasi kemerdekaan Indonesia. Saat itu Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) dalam sidangnya tanggal 19 Agustus 1945 telah menyatakan membentuk berdirinya Badan Kepolisian Negara.

Ternyata, jawabannya mengapa 1 Juli diperingati sebagai Hari Bhayangkara, karena SK Perdana Menteri RI Nomor 86/ PM/1954.

Keputusan itu terkait hasil permusyawaratan pada Konferensi Dinas Kepolisian Negara di Tretes, Jawa Timur pada 24 hingga 27 November 1952.

Korup!

Kabar buruk dalam sejarah Bhayangkara Indonesia hingga saat ini diterpa berita buruk alias masih tercoreng perilaku oknum negatif dan korup.

Polisi Indonesia menempati peringkat 18 dalam Indeks persepsi korupsi Kepolisian dunia.

Bahkan tertinggi tingkat korupsinya di kawasan Asia Tenggara dibanding polisi Thailand dan Filipina di peringkat bawahnya.

Korupsi Bhayangkara jauh lebih buruk lagi dibanding Malaysia Kamboja, dan Vietnam. Apalagi polisi Singapura.

Hal itu berdasarkan hasil survei IndexMundi, sebuah situs web yang menyediakan berbagai data dan statistik untuk negara-negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Mengikis Kepercayaan

Perilaku menyimpang oknum penegak hukum kepolisian Indonesia otomatis mengikis kepercayaan publik. Citra Buruk masih menghantui, ditambah citra “kekebalan hukum” para oknum yang terjerat hukum.

Hasil penelitian mengenai persepsi publik terhadap citra KPK, Kejaksaan, dan Kepolisian dalam pemberantasan korupsi menunjukkan bahwa KPK umumnya memiliki citra yang lebih baik dibandingkan Kejaksaan dan Kepolisian dalam penanganan kasus korupsi.

Hal itu berbanding terbalik dengan pernyataan Kepala Kepolisian RI (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang kerap menyampaikan komitmen kepolisian negara dalam penanganan masalah korupsi.

Selamat Ulangtahun, lebih baik lagi Polisi Indonesia! *

 * Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati Bandung, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Bandung, Jawa Barat.

Leave a Response