KOTA BANDUNG, BANDUNGPOS–Suatu kebanggaan bagi Dilans dikunjungi tamu istimewa, Elsadig Elseikh, Director Global Justice Program, Research for a Fair and Inclusive Society, Other and Belonging Institute (OBI) UC Berkeley.
“Kunjungannya didampingi Hasriadi Masalam, seorang peneliti Indonesia. Konon keduanya adalah teman sekelas ketika menempuh pendidikan di Amerika, ” kata Farhan.
Menurut Farhan, kunjungan Sadig dimaksudkan untuk mendapatkan wawasan tentang tantangan dan peluang kolaborasi khususnya tentang hubungan global dan lokal (glocal). OBI mengembangkan konsep transdisiplin “milik tanpa yang lain”.
“Belonging” adalah rasa yang dimiliki bagi kelompok, komunitas, dan bangsa untuk memiliki suara yang bermakna dan kesempatan untuk bersama-sama menciptakan struktur politik, sosial, ekonomi, dan budaya yang membentuk kehidupan yang setara.
“Lainnya” proses eksklusi, marginalisasi, dan ketidaksetaraan struktural yang terjadi berdasarkan etnis, ras, kelas, gender, seksualitas, agama, bahasa, geografi, dan asal usul kebangsaan, yang dapat berlangsung lama.
Dilans berbagi pandangan dan pengalaman, bagaimana DILANS Indonesia melakukan inisiatif kolaboratif Sumur Bandung Inclusive District Platform (SBIDP) yang melibatkan lebih dari 20 organisasi dengan berbagai latar belakang keilmuan dan minat, serta melibatkan warga secara luas. Termasuk proses pelembagaannya pada komunitas.
Elaborasi OBI untuk mengembangkan gagasannya ke dalam Gerakan Asia Afrika sudah tepat dan masih relevan, sejalan dengan visi dan misi DILANS Indonesia untuk mendorong agenda percepatan menyalurkan hak penyandang disabilitas dan lansia (DILANS) dapat diwujudkan dan didasarkan pada prinsip “No One Left Behind” dan “Nothing About Kita Tanpa Kita”.
Hal ini juga yang mendasari mengapa DILANS Indonesia dideklarasikan di Bandung serta membumikan kesetaraan gender, disabilitas, inklusi sosial (GEDSI) dibumikan. **( RM/BNN)





