
10views
BANDUNG, BandungPos.id —
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP)
Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar menyebut, kesehatan hewan menjadi perhatian serius karena berpengaruh langsung pada kesehatan masyarakat.
Untuk itu, jelang Hari Raya Idul Adha, DKPP Kota Bandung lakukan berbagai langkah, mulai dari pemeriksaan kesehatan hewan sebelum disembelih, pemeriksaan organ setelah penyembelihan, hingga pelatihan pemotongan halal bagi masyarakat.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, 58 persen penyakit yang menular ke manusia berasal dari hewan. Karena itu, pengawasan hewan kurban bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi bagian dari upaya menjaga keamanan pangan dan kesehatan warga kota.
Hadirkan aplikasi E-Selamat (Sehat Layak Makin Tenang).
Melalui aplikasi ini, warga dapat memindai barcode yang tertera pada stiker di tubuh hewan kurban yang telah diperiksa. Dari hasil pemindaian tersebut, masyarakat bisa melihat data lengkap pemeriksaan kesehatan hewan. Mulai dari foto hewan hingga hasil pemeriksaan kelayakannya sebagai hewan kurban.
“Dengan sistem ini, warga tidak perlu ragu saat memilih hewan kurban. Semua hasil pemeriksaan bisa diakses langsung melalui ponsel,” ujar Gin Gin, Minggu (19/4/2026).
Pemeriksaan dilakukan dalam dua tahap. Pertama, pemeriksaan ante mortem, yakni pemeriksaan fisik hewan saat masih hidup untuk memastikan hewan sehat, cukup umur, dan tidak cacat secara syariat.
Kedua, pemeriksaan post mortem, yakni pemeriksaan organ dalam setelah hewan disembelih untuk mendeteksi kemungkinan penyakit yang tidak terlihat saat pemeriksaan awal.
Turunkan 184 petugas
Untuk mendukung kelancaran pemeriksaan, DKPP menurunkan 184 petugas ASN dan non-ASN yang tersebar di 30 kecamatan.
Tim ini diperkuat kolaborasi bersama Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Jabar I, Fakultas Kedokteran Hewan Unpad, dan Telkom University melalui Program Studi Unggulan CAATIS.
Pelatihan pemotongan hewan
Tak hanya itu, DKPP juga menggelar Pelatihan Pemotongan Halal Hewan Kurban pada 15 April hingga 21 Mei 2026 dalam 17 angkatan.
Peserta yang berasal dari pengurus DKM dan masyarakat umum dibekali materi fiqih/syar’i penyembelihan, teknik pemotongan halal, higiene, serta kesejahteraan hewan.
Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari Majelis Ulama Indonesia Kota Bandung, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, dan Lembaga Penyelia Halal Salman ITB.
Melalui pelatihan ini tumbuh kader-kader Juleha; juru sembelih halal walau secara formal harus melalui sertifikasi BNSP.
Tahapan pemeriksaan dan pelatihan ini, Pemkot Bandung ingin memastikan bahwa proses kurban di Kota Bandung memenuhi unsur syariat, kesehatan, dan keamanan pangan, sehingga masyarakat dapat mengkonsumsi daging yang halal, aman dan bermutu; terjamin kesehatannya.
Masyarakat pun diharapkan dapat melaksanakan ibadah kurban dengan rasa aman, nyaman, dan tenang karena hewan yang dipilih telah dipastikan sehat dan layak. (ray)**
add a comment





