Metro Bandung

Butuhkan Penampung, Buruan Sae RW 06 Pasteur, Produksi Pupuk dengan Memanfaatkan Sampah

13views

BANDUNG, BandungPos.id — Pemerintah Kota Bandung terus berinovasi untuk melestarikan lingkungan dan mengurangi volume sampah melalui berbagai program yang berdaya guna, salah satunya buruan sae dan pemilahan sampah dengan menerjunkan petugas pemilah sampah (Gaslah).

Sebagai bentuk dukungan pada program pemerintah masyarakat RW 06 Kelurahan Pasteur, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung.

Dikomandoi Ketua RW, Enjang, memanfaatkan sebidang tanah milik warga membuat Buruan Sae yang digarap secara intensif oleh enam warga yakni Jayus, Asep, Yadi, Wiwi dan Yana. Hasilnya berbagai komoditi sayuran, lele, dan ayam sudah dapat sinikmati warga.

Produksi pupuk sendiri memanfaatkan limbah dan sampah 

Selain berhasil memberikan manfaat bagi warga hasil panen sayuran, lele mau0un telur ayam, di lahan buruan sae ini para petugaa berhasil membuat dan memproduksi pupuk kompos, pupuk cair, hand sanitizer, cairan untuk mencuci lanrai mapun piring serta ternak magot dengan memanfaatkan sampah.

“Karena untuk merawat tznaman ini kita tidak punya anggaran untuk membeli pupuk ya Alhamdulillah kita bisa membuat sendiri baik kompos maupun pupuk cair,” ungkap Jayus diamini Asep dan Yadi saat ditemui di lokasi, Sabtu (18/4/2026).

Dikatakan Jayus, sejauh ini produksi pupuk masih disesuaikan dengan kebutuhan karena belum memiliki nilai jual maupun penampung tersendiri sebagai pangsa pasar.

“Ya kalaupun ada yang membeli masih alakadarnya karena belum nemiliki standar harga,” ucapnya.

Perlu Wadah untuk pasarkan produksi

Jayus berharap pemerintah melalui dinas terkait bisa mewadahi atau menampung buah karya mereka sehingfa memiliki nilai jual. Dengan begitu akan menjadi pendorong semangat mereka meningkatkan produksi.

“Sampai saat ini kita masib produksi sesuai dengan kebutuhan saja  atau bagi madyarakat yang membutuhkan. Mudah-mudahan ke depan pemerintah bisa menjadi fasilitator untuk mencarikan penampung produksi kami atau pemerintah sendiri melalui dinas terkait bisa me yakurkanya,” harap Jayus.

Tapi paling tidak menurut Jayus, upaya yang mereka lakukan dapat mengurangi volume sampah minimal di wilayahnya untuk mrbgurangi beban Pemerintah Kota ,(Pemkot) Bandung.***

 

 

Leave a Response