
Bandung, bandungpos.id – Universitas Bandung (UB) Fakultas Kesehatan dan Teknik wisuda 42 orang mahasiwa progran Diploma (D-3) angkatan ke-3 tahun 2025-2026 di Grand Asrilia Hotel, Jl Pelajar Pejuang, Bandung, Rabu (14/1/2026).
Rektor UB, Endang Wiryatmi Tri Lestari meminta agar para wisudawan selain mampu mengaplikasikan ilmu yang didapat juga mampu menjaga karakter dan marwah UB, sehingga bisa membawa manfaat bagi masyarakat, bangsa dan negara.
“Amalkan ilmu yang didapat dan jaga marwah UB. Dan yang terpenting jangan jadikan momen ini sebagai akhir pendidikan. Kejar ter=us ilmu dengan meneruskan ke jenjang yang lebih tinggi sehingga mampu memberikan dampak dan manfaat bagi masyarakat, bangsa dan negara juga membanggakan bagi kedua orang tua. Tanpa bimbingan dan perhatian orang tua semuanya akan sia-sia,” terangnya.
Apalagi belum lama ini Word Healt Organizations (WHO) mengungkapkan bahwa tenaga kesehatan sangat kurang, sehingga diharapkan para lulusan Ub ini dapat memanfaatkan kesempatan tersebut.
“Kita semua tahu WHO telah menyataka bahwa tenaga kesehatan sangat minim sehingga perlu penambahan yang signifikan. Dengan disiplin ilmu yang kalian dapat hendaknya harus mampu dimanfaatkan. Tentunya dengan disiplin ilmu yang berkarakter,” harpanya.
Bahagia, bangga sedih dan benci
Ketua Dewan Pembina YBA, H Dada Rosada dalam sambutanya mengatakan, momen tersebut menjadi hal yang membanggakan, bahagia, sedih sekaligus benci. Bagaimana tidak, momen wisuda angkatan 2025-2026 tersebut menjadi kegiatan terakhir yang bisa dihadirinya karena adanya peralihan pengelolaan dari YBA ke Yayasan Habibi Bina Bina Cendikia.
“Saya bangga, bahagia, sedih sekaligus benci. Bahagia dan bangganya karena mampu melahirkan para generasi muda yang InsyaAlloh akan mampu membrikan kontribusi bagi dunia kesehatan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
“Sedih sekaligus benci karena hari ini menjadi hari terakhir saya dapat menghadiri acara wisuda seperti ini. Bencinya karena adanya ulah oknum yang dengan sengaja memporakporandakan program dan rencana yang sudah kita rancang selama bertahun tahun untuk mendirikan UB bisa hancur dalam hitungan bulan oleh Oknum. Sehingga dengan berat hati pengelolaan Ub harus dipindah tangankan ke yayasan lain,” terangnya.
Namun begitu Dada berharap para wisudawan/wati dapat mengamalkan dan memanfaatkan ilmu yang didapat sehingga bisa memosisikan diri dengan menjadi pegawai baik di pemerintah maupun swasta. Namun yang terpenting tingkatkan terus pendidikan jangan cepat berpuas diri. Semakin tinggi ilmu yang kita dapat akan semakin bermanfaat, bukan hanya untuk diri sendiri namun bisa bermanfaat juga bagi masyarakat dan negara,” ujarnya.*





