Tips & Triks

Bagaimana Cara Agar Bisa Bertahan Lama Membaca Buku?

Bagaimana Cara Agar Bisa Bertahan Lama Membaca Buku?

132views

Bagaimana Cara Agar Bisa Bertahan Lama Membaca Buku?

Oleh Bachtiar Adnan Kusuma. S. Sos, MM

Jauhkan HP dari diri kita agar tidak mengganggu, apalagi memancing menjawab WA. Suara notifikasi apapun itu akan membuatmu gagal membaca buku. Bisa dimatikan datanya dan bisukan. Lebih amannya jauh dari tampilan, misal masukkan tas atau taruh di ruangan lain.

PERTAMA--, pilih buku yang sesuai minat, hobi dan passion. Kalau membaca buku-buku yang sesuai kebutuhan berikutnya membakar daya baca kita lebih kuat dan bertahan lama.

Kedua, memperhatikan aspek cahaya yang sesuai harus, tidak gelap, apalagi remang, tidak silau. Ya paling ideal tentu membaca buku siang hari. Jika malam hari, pastikan cahayanya sesuai agar mata tidak cepat lelah.

Ketiga, duduk dengan punggung tidak bersandar. Tidak rebahan, tidak tiduran, posisi duduk tegak dengan posisi punggung tidak bersandar pada apapun. Ini tentu saja pegel, tapi saya mampu membaca berjam-jam nonstop pakai mode ini. Katakanlah, 5 jam. Namun jika punggung bersandar di kursi atau tembok misalnya, mentok 2–3 jam. Rebahan? Tidak tembus 30 menit. Punggung yang tidak bersandar itu mempertahankan fokus lebih lama dan karena memang itu mode yang tidak nyaman, tidak mudah terserang kantuk. Coba kalau rebahan, nyaman, PW, di tempat empuk pula, bentar juga KO Dari semua poin yang saya tulis,

Keempat, jauhkan HP dari diri kita agar tidak mengganggu, apalagi memancing menjawab WA. Suara notifikasi apapun itu akan membuatmu gagal membaca buku. Bisa dimatikan datanya dan bisukan. Lebih amannya jauh dari tampilan, misal masukkan tas atau taruh di ruangan lain.
Kelima, kondisi ruangan pas. Tentu harus saya masukkan di sini karena terlalu dingin atau terlalu panas hasilnya sama buruknya. Waktu kecil, saya sengaja membawa buku ketika naik ke pohon mangga pinggir rumah. Adem, adem, bisa seharian saya di atas sana baca buku. Di kampus, saya biasa membaca di taman. Saya kurang nyaman jika membaca buku di ruang ber-AC karena seringnya terlalu dingin buatku.

Kelima, tidak lapar. Tentu saja tidak akan bisa bertahan lama kalau kamu sendiri dalam kondisi kelaparan. Kekenyangannya juga cenderung membuat mudah ngantuk. Kalau saya pasti satu botol air putih tiap baca buku. Kalau memungkinkan ya ada sedikit camilan. Ingat, membaca itu butuh fokus, konsentrasi yang artinya akan menghabiskan cukup banyak energi. Pastikan energimu tidak kosong.

Keenam, aspek Lingkungan. Tergantung kamu ya, apakah harus membaca buku di tempat yang tenang dan sunyi? Jika ya, carilah tempat yang meminimalkan gangguan. Saya pribadi tidak masalah duduk di kafe atau warkop atau pinggir laut membaca buku tetap nikmat** Penulis penggerak Literasi Nasional, Ketua GPMB Kabupaten Maros dam Ketua Forum Nasional Penggerak Perpustakaan 

Leave a Response