Kolom Sosial Politik

Awas Ada SETANISME!

537views

 

Oleh Ridhazia

Setanisme menjadi praktik “agama” kontemporer yang paling menghantui manusia pada abad ini.

Kekelompokan ini yang mengembangkan pemikiran yang skeptis terhadap keberadaan agama samawi. Sangat tidak mempercayai Tuhan juga sosok nabi. Bahkan mencemooh malaikat, surga, atau neraka dan makhluk ghaib lainnya.

Katanya, agama tak lebih sebagai hal yang “sangat diyakini” manusia. Tetapi tidak dapat dibuktikan fungsinya. Itu sebabnya kekelompokan ini menganjurkan agar manusia kembali ke akal sehat dan hati nurani.

Doktrin politik yang sangat mengagungkan rasio dan ego manusia itu lantas menolak otoritas tirani sesuatu agama apa pun dalam sistem kekuasaan negara dan pemerintahan.

Ritual

Meski mencatut kata “setan” kekelompokan itu tidak menyembah setan. Tapi mengembangkan praktik okultis dengan simbol-simbol khusus yang sengaja diciptakan untuk melecehkan konsep ketuhanan.

Simbol yang paling dipujanya adalah sebuah patung bersayap yang sedang mengangkat dua jari. Patung yang disebut Baphomet itulah yang menjadi patung ikonik dalam ritual utama.

Dikutip dari Britannica, satanisme meyakini sosok tertinggi yang dipuja adalah Lucifer, yakni malaikat yang memberontak kepada Tuhan. Dalam literatur kekelompokan ini setiap pemuja setan disebut Luciferian.

Dalam catatan sejarah, ajaran satanisme mulai berkembang sejak abad ke-20. Namun, kata satanisme diperkirakan sudah ada sejak Abad Pertengahan (500-1400 M) sebagai pemberontakan pemikiran bahwa agama tak lebih sebagai tirani atas kebebasan manusia.

Kuil Setan

Satanisme memperoleh popularitas pada abad ke-20 setelah secara terbuka mendirikan The Satanic Temple tahun 2012 di Amerika Serikat.

Kuil Setan diresmikan bersamaan penyelenggarakan Satan Conference (SatanCon) yang digelar di Hotel Marriot, pusat kota Boston Amerika Serikat.

Sejak itulah setanisme merambah negara lain. Bahkan menembus Indonesia. Keberadaan kelompok pemuja setan ini diungkapkan oleh komika Mongol Stres. Ia mengaku sebagai mantan pemuja setan dari kelompok tersebut.*

* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati Bandung, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Vila Bumi Panyawangan, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Leave a Response