Oleh Ridhazia
Surga digambarkan sebagai tempat yang sangat indah dengan segala aroma wewangian yang luar biasa.
Diidentifikasi aroma unik dan eksotis itu kerap diserupakan wangi gaharu yang berasal dari Indonesia.
Laku di Jazirah Arab
Wewangian gaharu sangat disukai keluarga kerajaan dan kaya raya di Jazirah Arab. Harganya saja bisa tembus 325 juta rupiah – 1,3 miliar rupiah perkilogram.
Denys Lombard dalam buku “Nusa Jawa Silang Budaya” (1996) memaparkan kalau gaharu diperdagangkan ke Jazirah Arab oleh Kerajaan Sriwijaya sejak abad ketujuh bersamaan dengan kapur barus, cendana, dan rempah-rempah lain.
Hal serupa ditulis penjelajah Tome Pires dalam buku klasik Suma Oriental (1515). Ia bersaksi kalau pada abad 15 banyak pedagang dari Jazirah Arab, India dan Cina belanja gaharu ke kepulauan Sumatera.
Pohon Sakit
Tidak semua pohon gaharu laku dijual mahal. Untuk bisa mengeluarkan aroma wangi alami, pohon itu sedang sakit terinfeksi mikroba atau jamur.
Itu sebabnya, hanya 7-10% saja dari jutaan pohon gaharu yang menghasilkan aroma sangat wangi dan laku dijual.*
* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Bandung, Jawa Barat.





