
188views
Oleh: Ridhazia
FRASA “anjir ” begitu gaul dan populer di Tanah Parahiyangan. Rasanya belum lengkap kalau dalam percakapan sebagian urang Sunda tidak menyelipkan kata anjir yang diyakini tak lebih sebagai penanda keakraban.
Kata ‘anjir’ juga biasanya dipelesetkan menjadi ‘anjay’ atau anjrit yang juga bukan umpatan. Apalagi kekesalan atau kemarahan.
Frasa anjir, anjrit atau anjay lebih tepat untukmengekspresikan kagum atau terkejut melihat suatu kejadian yang luar biasa. Atau, sesuatu yang baru dijumpai. Mungkin juga tidak terduga. *
Begitulah…*
* Ridhazia, dosen senior Fdkom UIN Sunan Gunung Djati Bandung, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Bandung, Jawa Barat.
add a comment




