Bandung Raya

BPK Rekomendasi TGR Proyek Monumen Kopi Kabupaten Bandung, Toni Permana: Di Luar Ekspektasi

28views

KAB BANDUNG, Bandungpos.id – Monumen Kopi Kabupaten Bandung yang dibangun di Jalan Al Fathu, Soreang, atau di sebrang Plaza Upakarti Komplek Pemkab Bandung menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Monumen Kopi Kabupaten Bandung mendunia ini baru saja diresmikan Bupati Bandung, Dadang Supriatna pada akhir Juni 2026.

Anggota DPRD Kabupaten Bandung yang juga Ketua Fraksi NasDem Toni Permana memembenarkan, dari proyek yang bernilai Rp 1,7 miliar ada temuan BPK kelebihan bayar sehingga ada denda atas keterlambatan senilai Rp. 80.009.387,27.

“Monumen Kopi Kabupaten Bandung mendunia itu kan jadi temuan BPK, dan harus mengembalikan anggaran sekitar Rp 80 jutaan,” jelas Anggota DPRD Kabupaten Bandung, Toni Permana, di Soreang, Senin (13/7/2026) pagi.

Namun menurut Toni yang juga hadir dalam upacara peresmian tersebut, pengembalian uang sebesar itu sudah diselesaikan Pemkab Bandung.

Toni mengatakan, hadirnya monumen tersebut pihaknya mengapresiasi karena itu sebagai bukti penghargaan pemerintah daerah pada petani kopi

Ia mengaku Monumen Kopi Kabupaten Bandung Mendunia di luar ekspektasinya. “Waktu peresmian (27/6) dari DPRD hadir itu saya karena ditugaskan oleh Bu Ketua. Saat itu dalam benak saya, monumen kopi itu tugu buah kopi bukan seperti bola dunia,” tuturnya seraya ketawa.

Toni menjelaskan, sebelum pembangunan monumen tersebut DPUTR mempresentasikannya di Komisi C. Waktu itu, dewan tidak bertanya secara detail karena dalam pemikiran monumen kopi ya pasti tugu kopi.

DPRD setuju hadirnya monumen kopi, karena itu merupakan potensi lokal yang akan menjadi icon daerah.

“Seperti Pangandaran sebagai penghasil ikan ada Tugu Ikan Marlin (Blue Marlin) dan itu jadi icon daerah Pangandaran” ucapnya.

Tetapi, jelasnya, Pangandaran tidak sebatas membuat tugu ikan namun ada program – program lain yang bisa dirasakan manfaatnya oleh para nelayan.

Monumen Kopi Kabupaten Bandung.

Bantuan Bibit Kopi Tapi Tdak Ada Penerimanya

Untuk itu, harap Toni, Pemkab Bandung pun tidak cukup membangun monumen kopinya saja, tetapi hadirnya tugu itu harus bisa mendorong para petani kopi di Kabupaten Bandung hidupnya bener (ada peningkatan kesejahteraan dan skill).

“Yang diurusnya itu tidak sebatas di pemasarannya saja, tetapi mulai dari hulu hingga hilir. Selama ini, saya belum pernah mendengar ada pembinaan atau pelatihan untuk para petani kopi,” ujar Ketua HKTI Kabupaten Bandung terpilih ini.

Oleh karena itu, tuturnya, baik Dinas Pertanian dan Perdagangan harus memiliki perencanaan program yang manfaatnya dirasakan langsung oleh petani kopi.

“Karena sempat kejadian, Dinas Pertanian ada bantuan bibit kopi tapi tidak ada penerimanya. Nah, saat minta bantuan pada saya, karena bibit itu harus segera disalurkan, tidak terpakai karena bibit kopinya jelek,” ucapnya.

“Jadi, Dinas Pertanian itu membuat perencanaan bantuan bibit kopi tapi tidak tahu siapa penerimanya,” tegas Toni. (Ads)

Leave a Response