Majelis Pangaosan Sasihan Masjid Al‑Falah, Menjadi Mercusuar Cahaya Ilmu di Batujajar Barat

KAB. BANDUNG BARAT, Bandungpos.Id – Atas limpahan rahmat Allah SWT, suasana penuh kekhidmatan menyelimuti Masjid Jami’ Al‑Falah, yang beralamat di Blok Sinarjaya RW 16, Desa Batujajar Barat, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, pada Minggu (12/7/2026). Majelis ilmu rutin bulanan bertajuk Pangaosan Sasihan berjalan penuh berkah, dihadiri jamaah dan para ulama guna memanen ilmu serta petunjuk Ilahi.
Acara dibuka dengan rangkaian Tawasul, Istighosah, dan pembacaan Maulid Nabi yang dipimpin langsung oleh Ustadz Muslim Ginan Alghifariy. Doa dan shalawat terlantun syahdu, memohonkan ampunan, rahmat, serta keberkahan bagi seluruh jamaah yang berkumpul.
Turut hadir para asatidz Pengurus Ranting NU Batujajar Barat, Dewan Asatidz Al‑Falah, serta tokoh masyarakat setempat. Kehadiran mereka memperkokoh persaudaraan serta menjaga kelestarian dakwah Ahlussunnah wal Jamaah di wilayah ini.
Suasana semakin indah dan menyentuh hati dengan lantunan shalawat dari grup Hadroh Maqomurruh dan Hadrotul Musthofa. Penampilan yang syahdu itu menyejukkan jiwa dan menyiapkan hati jamaah sebelum memasuki pendalaman materi.
Kajian inti dimulai dengan pendalaman Kitab Al‑Arba’in An‑Nawawiyah yang disampaikan oleh Ustadz Ceng Hasanudin Bunyamin. Beliau menguraikan makna hadis‑hadis pilihan sebagai pedoman membentuk akhlak mulia dan jalan hidup yang diridhoi Allah SWT.
Selanjutnya, KH. Rd. M. Hariri AA., MA. mengulas Kitab Al‑Hikam karya Ibnu Athoillah As‑Sakandari. Materi ini menuntun jamaah merenungi jalan penyucian jiwa, makna keikhlasan, serta cara mempererat hubungan hamba dengan Sang Pencipta.
Menutup rangkaian kegiatan, penggagas acara sekaligus penyampai materi pertama, Ustadz Ceng Hasanudin Bunyamin, menyampaikan pesan harapan yang mendalam. Beliau mengajak menjadikan majelis ini sarana mempertebal iman, memperluas wawasan, dan mengokohkan akhlak mulia dalam kehidupan sehari‑hari.
Semoga semangat menuntut ilmu terus tumbuh subur di tengah masyarakat. Semoga setiap kehadiran dan ilmu yang dipetik dicatat sebagai amal saleh, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta menjaga tradisi keilmuan yang mulia ini tetap lestari. Aamiin Ya Rabbal Alamin. (Ask/Id)***





