Olahraga

Bersama SMC, Aam Menggali Perenang Muda Potensial

14views

 

Bandung – BANDUNGPOS.ID : Cabang olahraga renang dalam hal pembinaan sudah  ada teorinya. Mulai  dari training conditioning, training to train, training to competition, dan training to win. Pelatih renang umumnya berusaha secara textbook.

“Iya textbook, karena yang saya lakukan dari awal melatih, tetap saya tidak pernah keluar dari konteks buku. Makanya, dengan pembinaan 4 tahun itu, ini di usianya kelompok umur, dia sudah bisa bersaing dengan kelompok atas walaupun tidak menjadi terbaik,” ujar pelatih renang Muara Swimming Club (MSC) Aam Nuryaman saat ditemui di kolam renang Muara, Komplek Muarasari, Kota Bandung,Rabu (10/6/2026).

Aam mengatakan, ihwal motivasi datangnya dari anak-anak sendiri. Tetapi pembinaan  tetap dlakukan long-term athlete development, membangun atlet dengan jangka panjang. Biasanya 8 tahun pembinaan, itu sudah kelihatan bakatnya yang mumpuni.

“Jadi, membina atlet renang cukup waktu yang lama, sambil memberikan pemahaman kepada orang tua juga, jangan terlalu berharap anaknya langsung bisa jadi atlet. Ada proses dululah, tidak instan,” papar Aam.

Aam menegaskan, dari mulai pemula sampai berprestasi umumnya membutuhkan waktu sekitar  4 tahun. dengan kurun waktu selama itu dia sudah mampu berenang 3.000, 5.000 meter.

“Ini sudah dites VO2 max. Saya pernah tes VO2 max dengan cara pakai bleep test. dan sudah mulai terlihat 50 sekian VO2 max-nya. Lumayanlah, ada hasilnya latihan selama hampir 2 tahun, tentu dibarengi dengan fun swim,” ujarnya.

Aam mengurai eksistensi MSC yang memfasilitasi bagi mereka yang ingin belajar berenang

​”Kalau saya tidak sebatas itu, saya  melihat potensi dan motivasi anak-anak, ternyata bisa diarahkan. Tugas pelatih kan menggali potensi dari anak.” kata Aam yang lama melatih di Klub Renang Aquarius yang latihannya di Karang Setra sebelum akhirnya pindah ke MSC. Awalnya Aquarius berlatih di kolam renang Cihampelas tapi karena dibangun apartemen Jardin, jadinya pindah ke Karang Setra,” ungkap Aam.

​Dengan rentang waktu yang lama sebagai pelatih, Aam sebetulnya berencana untuk istirahat . ingin adanya semacam regenerasi. Meski secara disipln ilmu — menurutnya, hampir sama.

“Dengan berbekal  disiplin ilmu yang sama, mungkin akan mendapatkan sudut pandang yang sama juga. Bisa menghasilkan atlet-atlet yang berprestasi. Sebetulnya saya mau istirahat sebagai pelatih, tapi kenyataannya sulit karena ini menyangkut hobi,” ujarnya,

Dalam perjalanan waktu,  akhirnya pada tahun 2024 Aam Nuryaman di ajak pemilik kolam renang Muara, Faruk Husein untuk melatih di Muara Swimming Club.

“Saya melihat di klub ini (SMC) semangat anak-anak membuat saya bergairah. Adrenalin saya juga bangkit kembali untuk membuktikan di kolam 25 meterpun, atlet-atlet bisa berprestasi sama halnya seperti atlet yang latihan di kolam 50 meter.  Yang penting kita mengerti  prinsip-prinsip latihan, apa yang ingin dicapai dan pola latihan apa yang diterapkan,” papar Aam. (den) ***

 

 

 

Leave a Response