
Bandung – BANDUNGPOS : KONI Jawa Barat terus mematangkan berbagai aspek persiapan menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang, Sejumlah koordinasi dilakukan bersama Panitia Besar (PB) Porprov, Technical Delegate (TD), serta pemangku kepentingan lainnya guna memastikan ajang olahraga terbesar di Jawa Barat tersebut berjalan sukses dan sesuai standar penyelenggaraan multi-event.
Ketua KONI Jawa Barat, Prof. Muhammad Budiana, mengakui masih terdapat beberapa kendala dalam proses koordinasi antara Panitia Besar cabang olahraga dengan Technical Delegate. Meski demikian, pihaknya telah mengingatkan seluruh PB cabang olahraga agar segera menyelesaikan tahapan koordinasi yang diperlukan.
“Memang pada titik koordinasi dengan Technical Delegate masih ada keterlambatan yang dilakukan oleh beberapa PB cabang olahraga. Namun kami sudah mengingatkan agar proses tersebut segera dilakukan dan sebagian besar sudah mulai berjalan,” ujar Budiana di Gedung KONI Jabar Jalan Pajajaran Kota Bandung. Selasa (2/6/2026). Pada kesempatan tersebut Budiana didampingi Gianto Hartono, Arief Prayitno, Andrian Tedjakusuma, Yunyun Yudiana, Arief Herdiana, Aan Johana dan Nandang Rukanda.
Budiana mengatakan, persiapan Porprov tidak hanya menjadi tanggung jawab Panitia Besar semata, melainkan melibatkan banyak unsur yang saling berkaitan. Sebagai ajang multi-event yang mempertandingkan puluhan cabang olahraga, berbagai kebutuhan teknis dan administratif harus dipenuhi secara bertahap dan terukur agar pelaksanaan pertandingan dapat berlangsung lancar.
Menurutnya, KONI Jawa Barat melalui Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasrah) terus melakukan pengawalan terhadap seluruh proses persiapan. Pihaknya ingin menyampaikan kepada masyarakat bahwa Porprov ini terus dipersiapkan. Semua kebutuhan yang harus dipenuhi dalam sebuah multi-event olahraga sedang dan terus dikerjakan bersama.
Porprov akan menjadi panggung bagi atlet-atlet terbaik yang membela daerahnya masing-masing. Di balik itu semua terdapat proses panjang pembinaan prestasi, penyediaan fasilitas olahraga, serta perhatian dari pemerintah daerah baik unsur eksekutif maupun legislatif terhadap kemajuan olahraga.
Budiana menegaskan bahwa tujuan utama KONI Jawa Barat bukan sekadar mengejar pujian atau pengakuan dari daerah lain. Ia menyebut seluruh jajaran KONI dan pengurus cabang olahraga hanya berupaya menjalankan tugas pembinaan dan pengabdian kepada masyarakat Jawa Barat.
Budian menegaskan, keterbatasan anggaran yang dihadapi saat ini tidak mengurangi semangat seluruh pihak dalam menjalankan amanah penyelenggaraan Porprov. Terlebih, semangat para atlet untuk membela daerah masing-masing masih sangat tinggi meskipun situasi efisiensi anggaran menjadi tantangan tersendiri.
“Yang paling penting adalah semangat atlet masih tetap terjaga. Mereka tetap antusias membela kabupaten dan kotanya. Itu menjadi modal besar agar Porprov Jawa Barat 2026 berlangsung sukses dan melahirkan prestasi-prestasi terbaik dilingkup Jawa Barat,” ujarnya. (den)***





