Bandung Raya

Hakikat Berkurban: Menyembelih Ego, Menjemput Ridha Ilahi

16views

Ditulis Oleh:
H. Iding Mashudi
Selasa, 26 Mei 2026

BANDUNGPOS.ID – Ibadah kurban bukan sekadar tradisi menyembelih hewan ternak dan membagi-bagikan daging, melainkan sebuah ritual suci yang sarat dengan makna spiritual dan nilai ketakwaan yang mendalam. Secara hakikat, kurban merupakan manifestasi ketaatan mutlak seorang hamba kepada perintah Allah SWT, sebagaimana dicontohkan secara agung oleh Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS yang rela mengorbankan apa yang paling dicintai demi keridhaan Sang Pencipta.

Inti dari ibadah ini terletak pada pengorbanan harta dan jiwa untuk mendekatkan diri kepada Allah. Hal ini ditegaskan dengan jelas dalam firman-Nya pada Al-Qur’an surat Al-Hajj ayat 37:

لَن يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَٰكِن يَنَالُهُ التَّقْوَىٰ مِنكُمْ

“Daging-daging (hewan kurban) dan darah-darahnya sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan yang berasal dari kamu.”

Ayat mulia ini mengajarkan bahwa nilai ibadah tidak diukur dari fisik atau besarnya hewan yang disembelih, melainkan dari ketulusan niat dan keikhlasan yang lahir dari hati yang bersih dan suci.

Secara filosofis, berkurban bermakna menyembelih sifat-sifat tercela dalam diri manusia, seperti egoisme, kesombongan, kekikiran, dan cinta dunia yang berlebihan. Melalui ibadah ini, seseorang dilatih untuk mengalah, berbagi, dan menempatkan kepentingan Allah di atas segala keinginan pribadi. Ia menjadi momen emas untuk membersihkan jiwa sekaligus melatih kepekaan sosial terhadap sesama manusia.

Selain dimensi spiritual, ibadah kurban juga memiliki fungsi sosial yang sangat strategis. Daging kurban hadir sebagai jembatan silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah yang mempererat hubungan antara yang mampu dengan yang kurang mampu. Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern, kurban hadir sebagai pengingat bahwa segala nikmat yang kita miliki adalah amanah yang wajib dibagikan kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan.

Kurban juga menjadi simbol persatuan umat yang memperingati peristiwa agung di Makkah, di mana ujian kesetiaan diubah menjadi kemuliaan dan kemudahan. Hewan kurban yang semula menjadi pengganti bagi Nabi Ismail AS, kini menjadi sarana bagi kita semua untuk merasakan nikmatnya berkorban dan limpahan pahala dari Allah SWT.

Pada akhirnya, hakikat berkurban adalah upaya tulus untuk menumbuhkan semangat berbagi dan kepasrahan total kepada Allah. Semoga dengan melaksanakan ibadah ini, kita tidak hanya memperoleh daging yang halal, tetapi juga mendapatkan limpahan ampunan, ketenangan jiwa, serta keselamatan dunia dan akhirat sebagaimana janji Allah yang Maha Pemurah8

Leave a Response