Hiburan

Jawa Barat & Banten Atasi Membludaknya Peserta Kompetisi Piano Nusantara Plus 2026

47views

MINAT  mempelajari musik klasik di pulau Jawa semakin menggelora. Para siswa muda dan dewasa yang bermain instrumen atau mengembangkan teknik bernyanyi klasik sering menunjukkan kepuasan saat mereka menguasai komposisi yang kompleks dan canggih, merasakan sensasi kemajuan teknis bersamaan dengan resonansi emosional yang mendalam. Gairah ini berasal dari kesadaran para orang tua tentang kemampuan unik musik klasik bagi anak-anaknya untuk memperkaya kreativitas, kecerdasan dan perkembangan kejiwaan lewat pertumbuhan kognitif, seperti peningkatan daya ingat, fokus, penalaran spasial, dan pemikiran kritis, sekaligus berfungsi sebagai alat yang ampuh untuk eksplorasi emosional, pengurangan stres, dan peningkatan empati. Banyak yang menemukan bahwa mendalami karya-karya berartistik tinggi bukan hanya Mozart, Beethoven, atau Rachmaninov tapi juga Toru Takemitsu dari Jepang, Alberto Ginastera dari Argentina atau komponis terkemuka Indonesia Ananda Sukarlan tidak hanya merangsang neuroplastisitas dan kedalaman intelektual tetapi juga memfasilitasi proses pengenalan emosi yang kompleks, membangun kepercayaan diri, dan menumbuhkan kesabaran melalui latihan yang disiplin. Pada akhirnya, para pembelajar akan menghargai fungsi musik klasik yang lebih luas: sebagai kekuatan transformatif yang menumbuhkan perkembangan pribadi, memperkuat ikatan sosial dalam lingkungan kelompok seperti orkestra, dan menawarkan kesejahteraan mental yang berkelanjutan di dunia yang semakin cepat berubah, mengubah apa yang dimulai sebagai rasa ingin tahu menjadi pengejaran yang menyenangkan sepanjang hidup.

Setelah memapankan Ananda Sukarlan Award yang didirikan oleh Pia Alisjahbana (pendiri Femina Group) sejak tahun 2008, kini komponis dan pianis Ananda Sukarlan sendiri telah menciptakan dan mengembangkan Kompetisi Piano Nusantara sejak 2016, yang setelah vakum selama pandemi ditambahkan kata “Plus” untuk menandakan bahwa kompetisi ini adalah untuk semua instrumen dan vokal klasik. Selain itu Kompetisi Piano Nusantara Plus (KPN+ ) juga berkontribusi mempopulerkan berbagai karya puisi, lewat kategori Tembang Puitik (solo vokal klasik) maupun Vocal Ensemble, melalui puisi-puisi yang digubah menjadi musik klasik oleh Ananda Sukarlan maupun komponis dunia lainnya seperti Franz Schubert, Benjamin Britten dll.

Tahun lalu, KPN+ diikuti oleh 587 peserta di 11 kota. Tahun ini, memprediksi membludaknya peserta di Jawa Barat, babak semi final KPN+ 2026 akan diadakan secara terpisah di dua kota : Bandung 13 September bertempat di auditorium IFI (Institut Francais d’Indonesie) dan Bekasi 27 September bertempat di ballroom Hotel Mega Santika. Selain itu KPN+ juga diadakan di Tangerang, Provinsi Banten, 31 Oktober di Casa Gracia, Bumi Serpong Damai. Ketiga tanggal itu jatuh pada akhir pekan.

Walau demikian ketiga kota ini terbuka untuk semua peserta di pulau Jawa. Bahkan yang berdomisili di Jakarta pun, jika waktunya tidak memungkinkan untuk berkompetisi di Jakarta bulan Desember nanti, bisa mengikutinya di tiga kota tersebut, dan sebaliknya. Ini disebabkan penyelenggaraan babak semi final KPN+ di Jakarta (5 Desember) hanya berselang 6 hari dari babak finalnya yang juga di Jakarta, sehingga di tahun-tahun kemarin banyak peserta merasa lebih nyaman mengikutinya di Bekasi, Tangerang atau bahkan Bandung sehingga memiliki waktu lebih untuk mempersiapkan diri setelah terbukti lolos ke babak final.

Bersama para pemenang dari kota-kota lainnya (KPN+ 2026 diikuti oleh 11 kota), para pemenang Bandung, Bekasi dan Tangerang berhak bertanding di babak Grand Final di Jakarta, 12 dan 13 Desember 2026 nanti.

Di semua kota Ananda hadir menjadi juri dan ia mengajak para pianis muda, sarjana lulusan luar negeri untuk mendampinginya. Di Bekasi, Elizabeth Michelle Heryawan, lulusan Australian Institute of Music, Sydney yang akan mendampinginya. Di Bandung ia akan didampingi oleh pianis Alfred Sugiri, dan di Tangerang pendampingnya adalah Cindy Stella Lim. Baik Cindy Stella maupun Alfred Sugiri adalah lulusan Jerman. “Penting sekali kehadiran para pianis muda ini karena mereka melihat / mendengar musik dengan paradigma yang berbeda dengan saya yang dari gen X, sehingga opini & penilaian mereka memperkaya persepsi kita dan kemajuan musik klasik di Indonesia. Selain itu saya banyak mendapat POV baru dengan ngobrol dengan mereka tentang bagaimana cara bermusik mereka”, ujar Ananda Sukarlan yang saat ini sedang menjadi composer in residence di Conservatorio di Musica “Giovanni Battista Martini” di Bologna (Italia) dan direncanakan akan ke Indonesia bulan Juni, mengunjungi Yogyakarta untuk memberi seminar serta masterclasses.

Selain dianugerahi penghargaan tertinggi untuk warga sipil dari Kerajaan Spanyol “Real Orden de Isabel la Católica”, Ananda Sukarlan juga pernah dianugerahi gelar kesatriaan “Cavaliere Ordine della Stella d’Italia” oleh Presiden Italia Sergio Mattarella pada tahun 2020.
Ia juga seniman Indonesia pertama yang diundang Portugal tepat setelah hubungan diplomatik Indonesia dan Portugal pada tahun 2000. Ananda juga masuk sebagai salah satu dari 100 “Asia’s Most Influential” atau “Orang Asia Paling Berpengaruh” di dunia seni tahun 2020 oleh Majalah Tatler Asia yang terbit di Hong Kong.

Karya musik Ananda telah menarik kembali minat gen Z dan gen alpha untuk mempelajari musik klasik, baik melalui instrumen maupun vokal. Kehadirannya secara langsung lah yang membuat KPN+ di 11 kota ini menjadi daya tarik yang luar biasa, sebagai barometer para siswa musik tersebut dari hasil latihan selama berbulan-bulan bahkan tahunan. Beberapa konferensi musik klasik di beberapa negara beberapa minggu terakhir ini mengulas karya-karya Ananda Sukarlan. Tanggal 9 Mei lalu, pianis Dr. Edy Panjaitan mengulas 44 nomor Rapsodia Nusantara di konferensi American Musicological Society, di New York University. Sedangkan Dr. Karen Yong (Malaysia) akan mengulas beberapa karya-karya Ananda di International Piano Professionals Association (IPPA) yang dapat diikuti live streamingnya tanggal 7 Juni nanti, dan bisa diikuti oleh siapapun dari seluruh penjuru dunia, dengan mendaftar di ippa.cc .** ( RM/BNN)

Leave a Response