TBM Abbimanyu Library Mewarat Spirit Nyai Ontosoroh
TBM Abbimanyu Library Mewarat Spirit Nyai Ontosoroh

Oleh Bambang Prakoso. (Dosen Ilmu Perpustakaan dan Ketua GPMB Jawa Timur)
Nyai Ontosoroh atau Sanikem, adalah tokoh dalam novel karya Pramoedya Ananta Toer. Dia adalah seorang “nyai” (selir) Belanda yang kuat, cerdas, dan pantang menyerah, yang menjadi simbol perlawanan terhadap kesewenang-wenangan dan ketidakadilan kolonial Belanda. Ia menggunakan pendidikan dan kerja keras untuk melawan kehinaan, kebodohan, dan kemiskinan (pejuang dan pemikir).
NYAI-– Ontosoroh sosok “Pejuang dan pemikir” TBM Abbimayu Library merefleksikan konsepsi ide gagasan besar itu dengan praktik kecil namun konkrit, saya sepakat literasi adalah jalan sunyi peradaban yang dipancangkan oleh samudera waktu yang tak bertepi, tidak perlu selebrasi yang hanya membangun gema pada ruang hampa.
Abbimayu Library adalah Taman Bacaan Masyarakat yang berdiri sejak 2017 di Tulangan Sidoarjo. Tulangan mempunyai sejarah yang berlapis salah satunya Pabrik Gula (PG) Tulangan didirikan pada tahun 1850. Pabrik ini sempat ditutup oleh Jepang pada tahun 1943, kemudian beroperasi kembali pada tahun 1947 setelah kemerdekaan Indonesia. Ada sosok yang penuh spirit, menginspirasi yang begitu lekat dengan literasi, Nyai Sanikem atau Nyai Ontosoroh.
Nyai Ontosoroh atau Sanikem, adalah tokoh dalam novel karya Pramoedya Ananta Toer. Dia adalah seorang “nyai” (selir) Belanda yang kuat, cerdas, dan pantang menyerah, yang menjadi simbol perlawanan terhadap kesewenang-wenangan dan ketidakadilan kolonial Belanda. Ia menggunakan pendidikan dan kerja keras untuk melawan kehinaan, kebodohan, dan kemiskinan (pejuang dan pemikir).
Berikut adalah pengejawantahan spirit itu dalam sebuah Tindakan TBM menjadi jembatan pengetahuan masyarakat akar rumput juga ruang untuk tumbuh. TBM Abbimanyu Library sinergi dengan Karang Taruna, TK, PAUD, SD, SMP, dan SMA terdekat, koleksi untuk anak-anak usia PAUD-TK ada sekitar 1200an eksemplar ini cukup menambah kegembiraan guru dan anak-anak mengingat koleksi sekolah mereka yang sangat minim. Koleksi novel dan buku umum kurang-lebih 5000 eksemplar, ditambah dengan koleksi digital berbasis web 100an eksemplar.
Sekolah sekitar TBM merasa cukup terbantu oleh kehadiran TBM Abbimanyu Library dengan beragamnya koleksi, karena disekolah-sekolah mayoritas adalah buku paket, anak-anak bosan dikelas pakai buku paket, dirumah ketemu buku paket, dirak perpustakaan sekolah juga buku paket, keragaman buku tidak mencukupi bagi anak-anak yang sebenarnya minat baca mereka bagus tapi fasilitas belum memadai.
TBM bagai oasis, menumbuhkan spirit baru bagi anak-anak, ini bukan sekedar bacaan tetapi merawat masa depan bangsa, menhadirkan kegembiraan, para generasi penerus mendapatkan hak akses informasi dan pengetahuan, ini investasi masa depan.
Anjungan Tunai Membaca (ATM); TBM Abbimanyu Library mengembangkan layanan hingga gang-gang warga, sampai 2025 ini ada Lima titik Anjungan Tunai Membaca (ATM) di gang-gang warga. Dari perspektif ilmu perpustakaan paradikma baru perpustakaan menjemput bola atau mendekatkan akses bacaan pada pemustaka. Pengembangan program ini kami biayai secara mandiri, dikelola oleh komunitas, dan karang taruna, pengurus RW-RT sangat mendukung. hal menarik selain menumbuhkan minat baca warga adalah rasa handarbeni (rasa saling memiliki) tumbuh ditengah masyarakat.
Anjungan Tunai Membaca (ATM) semacam Microlibrary ini menjadi hal baru bagi warga dikampung kami, buku bacaan dalam ATM kami ganti tiap Satu bulan sekali, persoalan muncul, yaitu buku kami tidak terlalu banyak tidak sampai Satu Tahun buku yang sama berada di ATM yang sama. Tentunya kami terus berupaya mencukupi koleksi kami dengan berbagai langkah taktis, salah-satunya sinergi, supaya bisa memenuhu kebutuhan bacaan warga.
Peristiwa ini mengingatkan kami pengelola TBM dan pemerintah tentunya, literasi tidak bisa dibangun pada ruang hampa, angka-angka yang datangnya dari antah berantah lalu diselebrasi dan orasi dimimbar bahwa literasi kita bagus, tapi harus ditempuh dengan langkah konkrit dan serius.
TBM ini bagian dari membangun ekosistem literasi seperti gagasan besar Ki Hajar Dewantoro. Keluarga, Sekolah, dan Masyarakat adalah mata rantai yang tidak boleh putus kalau ingin pendidikan dan literasi kita mencapai golsnya, membentuk pribadi yang terdidik tercerahkan, punya keseimbangan intelektual, spiritual, dan estetika.
TBM dan UMKM; Taman Bacaan Masyarakat sebagai sumber belajar non formal punya potensi pengembangan UMKM, di TBM banyak berbagai bahan bacaan yang dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan muaranya adalah meningkatkan klesejahteraan masayarakat. TBM Abbimanyu Library sudah memulainya, berawal dari bacaan tentang wirausaha bidang makanan ringan. Kami mendirikan UMKM Pisang dan Nangka Goreng Nusantara.
Kami mempunyai Tiga Gerobak yang berada di Sidoarjo dan Surabaya, di Sidoarjo depan Pabrik Gula Tulangan yang Lokasi sangat ramai, banyak sekolah, pabrik, toko, dll., Surabaya di Pasar Manyar Sambongan, Lokasi sangat ramai karena dekat kampus Unair, Politeknik Kesehatan, Rumah Sakit, ITS, Pusat perbelanjaan dll, dan di The Orchid depan TBM Abbimanyu Library.
Pisang dan Nangka Goreng Nusantara punya sekitar 10 menu, pembayaran bisa kes, melalui QRIS, dan Transfer, jika yang order warga atau perumahan sekitar gratis ongkir, di Gerobak Pisang dan Nangka Goreng Nusantara tertulis 2 persen dari penjualan untuk kegiatan literasi. Dalam wirausaha sangat diperlukan kretifitas dan inovasi.
Dalam kondisi perekonomian global dan nasional yang tidak menetu, membuka lapangan pekerjaan adalah sebuah kemewahan meskipun dalam sekala kecil, meski ini bukan soal besar kecil tapi soal hajat hidup manusia, mereka punya keluarga anak istri yang butuh penghidupan. Wiarauasaha ujungnya adalah manajemen Rohani, bukan factor bagi tetapi dunia kemungkinan, yang kemungkinan itu tidak sebanding dengan faktor kali. Wirausaha bisa dapat keuntungan yang besar juga bisa rugi, beda dengan gaji runtin bulanan, terkadang bisa membayari pegawai saja sudah bersyukur.
Memberikan Layanan Kesehatan; TBM Abbimanyu Library bukan hanya mengajak untuk mencerdaskan pikiran, meningkatkan kesejahteraan, tetapi juga mengajak masyarakat sehat jasmani. Salah satu pengelola TBM Abbimanyu Library adalah tenaga medis (Perawat) yang sekaligus istri owner TBM, Dua disiplin ilmu bidang perpustakaan-informasi dan Kesehatan ini sinergi lalu direfleksikan dalam salah satu program layanan Kesehatan.
Kami membuka Praktik Perawat satu lokasi dengan TBM, pendamping pasien bisa menunggu sambil membaca buku di Taman Bacaan Masyarakat, layanan ini ada yang berbayar ada yang gratis. Kami menyediakan pemeriksaan Kesehatan gratis 10 sampai 20 dalam satu bulan, meliputi pemeriksaan cek gula darah, cek kolestrol, cek tensi, konsultasi kesehatan gratis khususnya bagi masyarakat yang kurang beruntung.
Masyarakat merasa terbantu dan menyabut dengan gembira, harapan-harapan mereka adalah suntikan energi bagi kami, menumbuhkan komitmen untuk terus melakukan langkah konkrit yang berdampak pada masyarakat sekitar, semua dengan berbagai konsekuensi, misalnya ditengah malam sedang istrahat ada warga yang sakit maka kami harus siaga membersami, dan itu bagian dari komitmen dari membangun pengetahuan, kesejahteraan, kesehatan.
Diskusi rutin bulanan; TBM Abbimanyu Library mengadakan diskusi rutin bulanan merespon berbagai persoalan, diskusi politik, seni kebudayaan, lieterasi, Pendidikan, Kesehatan, sosial, kearifan lokal dall. Dengan menghadirkan berbagai tokoh masyarakat, praktisi, akademisi, pegiat, komunitas. Perserta dari berbagai kalangan juga warga, mahasiswa, siswa, santri, dan umum, rata peserta yang hadir Limapuluh sampai Seratus.
Pada Bulan Semtember kemarin TBM Abbimanyu Library mengadakan kajian naskah kuno “Sri Sedono” narasumber Bu Ani, seorang Fololog Museum Empu Tantular. Sri Sedono menyoal kearifan universal tata cara mengelola sawah dengan pertimbangan kesadaran hidup berdampingan dan kesimbangan. Misalnya dalam kitab Sri Sedono menyoal bagaimana cara menggarap sawah, dalam 1 tahun maksimal 2 kali tanak padi jadi tidak bisa dipaksakan 4 kali karena dapat merusak hara tanah, kesuburan tanah berkurang. Kenapa nenek moyang kita bakar dupa saat padi mau njebul (muncul benih padi) dupa menimbulkan bau harum, bau ini merangsang putik dan benang sari melekukan perkawinan lalu muncul benih padi yang mentes (kualitas bagus-padat) Satu kali panen setara dengan 4 kali panen bahkan lebih.
Kenapa ada sesaji disawah, disitu ada hak makhluk hidup lainya, tikus, belalang, hewan lainya yang membatu ekosistem kesuburan tanah, dalam kitab Sri Sedono dijelaskan secara gambalng sayangnya masyarakat kita jarang yang mau mengkaji warisan futuristic leluhur kita yang canggih melampaui zamanya, masyarakat kita lebih suka mengakrabi mitos, bakar dupa mistik, prsonifikasi Dewi Sri dan Pangeran Sedono yang menjelma menjelma menjadi padi lalu memberi sesajen, dan seterusnya.
Maka kajian-kajian seperti ini perlu hidupkan lagi bukan sekedar untuk merawat kearifan lokal tetapi ada nilai-nilai luhur sebagai jati diri bangsa, kegiatan ini adalah medium membuka cakrawala pengetahuan abad keluhuran pada generasi masa kini, suapaya tidak mengalami keterputusan deposit peradaban secara kolektif.
Kelas Menulis; Kata Pram jika ingin hidup abadi maka menulislah, TBM Abbimanyu Library juga mengajak siapa saja yang ingin belajar menulis untuk mewujudkanya. Kelas menulis Abbimanyu Library sinegri dengan FTBM, Pustaka Perkasa Nusantara, IQRO SEMESTA, GPMB Jawa Timur, dan UPT Perpustakaan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, dan sudah menghasilkan beberapa buku.
TBM Abbimanyu Library mempunyai Tim pendampingan kepenulisan yang sudah mempunyai pengalaman panjang, ada Teguh Wahyu Utomo seoarang akademisi, wartawan dan penulis hampir 100 buku yang ia dampingi, ada Aditya Akbar Hakim sosok pendidik juga penulis lintas negara yang bukunya diterbitkan didalam dan luar negeri, penerbit besar seperti Gramedia juga sinergi, lalu Owner TBM Abbimanyu Library sosok akademisi juga penulis.
Tim ini juga sinergi dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur, pada Tahun 2024 menjadi dewan juri sekaligus pendampingan incubator literasi Jawa Timur, pada 2025 juga menjadi dewan juri dan pendampingan kepenulisan kearifan lokal Dinas Perpustakaan Provinsi Jawa Timur dengan Dana Alokasi Khusus Perpustakaan Nasional RI.
Spirit kami ingin jadi bagian dari ekosistem literasi Nasional, bahkan kami membuat Gerakan pelopor ekosistem literasi bukan sekedar menulis jadi buku lalu selesai, tapi kami mengarap pasarnya juga, pserta dari pelatihan yang sudah menghasikan tulisan maka karyanya kami beli atau pasarkan, mereka dapat uang meski bukan tujuan uatama, uang efek moral saja. Kami sinergi dengan platform buku digital besar di Indonesia, singkatnya peserta bukan sekedar menulis tapi meningkatkan taraf hidup mereka.
Abbimanyu Library sebagai pusat belajar non formal akar rumput merawat spirit Nyai Ontosoroh dengan menyediakan berbagai bahan bacaan dalam bentuk buku fisik maupun digital, berbagai kegiatan seperti diskusi rutin bulanan, kajian naskah kuno, pelatihan pengelolaan perpustakaan dan TBM, Kunjungan Perpustakaan, Anjungan Tunai Membaca, pelatihan menulis, melukis, pengembangan UMKM, dan pemeriksaan Kesehatan untuk masyarakat sekitar.
Berfikir aktif bertindak produktif adalah praktik baik TBM Abbimanyu Library, yang tentunya banyak kegiatan yang belum terakomodir dalat tulisan singkat ini. Langkah kecil konkrit yang kami tepuh meneladani spirit Nyai Ontosoroh yang kuat, berdaulat, punya keluasan pengetahuan dan kedalaman ilmu, daya tahan hidup yang menginspirasi, juga menjadi simbol perlawanan terhadap kesewenang-wenangan dan ketidakadilan. Ia menggunakan pendidikan dan kerja keras untuk melawan kehinaan, kebodohan, dan kemiskinan. ** Bambang Prakoso.
Dosen Ilmu Perpustakaan dan Ketua GPMB Jawa Timur





