Bandung Raya

FK Unisba Resmi Lantik 46 Dokter Baru dalam Yudisium dan Sumpah Dokter di Trans Convention Centre

165views

KOTA BANDUNG, PRIPOS.ID – Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung (FK Unisba) kembali menambah jumlah tenaga medis profesional melalui pelaksanaan Yudisium dan Pengambilan Sumpah Dokter Gelombang II Tahun Akademik 2025/2026, yang digelar pada Kamis (22/1) di Trans Convention Centre, Jalan Gatot Subroto No. 289, Bandung.

Prosesi berlangsung dengan khidmat dan penuh makna, menjadi titik awal pengabdian para lulusan dalam menjalankan tanggung jawab profesi di bidang kesehatan.

Acara tersebut dihadiri oleh berbagai unsur pimpinan Unisba, di antaranya Ketua Badan Pengawas Yayasan Unisba Elly Halimatusadiah, S.E., Ak., M.Si., Ketua Badan Pengurus Yayasan Unisba Prof. Dr. K.H. Miftah Faridl beserta jajaran, serta Rektor Unisba Prof. Ir. A. Harits Nu’man, M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng.

Turut hadir Wakil Rektor Bidang Pembelajaran dan Kemahasiswaan Dr. Asnita Frida B.R. Sebayang, S.E., M.Si., Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Sumber Daya Umum dan Keuangan Dr. Helmi Aziz, S.Pd.I., M.Pd.I., pimpinan Fakultas Kedokteran Unisba, perwakilan rumah sakit pendidikan dan jejaring, para undangan, serta keluarga dokter baru.

46 Dokter Baru Resmi Dikukuhkan

Dalam laporan yudisium, Ketua Program Studi Pendidikan Dokter sekaligus Ketua Tahap Profesi FK Unisba, dr. Budiman, M.K.M., menyampaikan bahwa pada gelombang ini FK Unisba berhasil meluluskan 46 dokter baru.

Para lulusan berasal dari angkatan 19, 20, 21, 22, dan 23, dengan komposisi 18 laki-laki dan 28 perempuan.

“Mahasiswa tahap profesi telah menyelesaikan seluruh proses pendidikan dokter selama kurang lebih dua tahun, mulai dari placement test dan MMPI, pembentukan karakter dokter muslim, pra-kepaniteraan, stase klinik, hingga tahap pascarotasi,” jelas Budiman.

Ia menambahkan, praktik klinik dijalani pada 16 bagian klinik, yang tersebar di rumah sakit pendidikan utama RS Welas Asih, serta delapan rumah sakit jejaring lainnya, yaitu:

  • RS Al-Islam Bandung

  • RS Cibabat

  • RS Muhammadiyah Bandung

  • RSUD Majalaya

  • RSUD Garut

  • RSAU dr. M. Salamun

  • RS Sartika Asih

  • RSJ Cisarua

Selain itu, mahasiswa juga melaksanakan praktik di sejumlah puskesmas wilayah Kabupaten Bandung.

Seluruh peserta yudisium, lanjutnya, telah dinyatakan lulus Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD).

“Hingga kini, FK Unisba telah meluluskan 1.969 dokter sejak tahun 2010. Kepada para dokter baru, kami berpesan agar terus berjuang, beribadah, serta mengamalkan ilmu demi kemaslahatan umat dan senantiasa belajar sepanjang hayat,” tuturnya.

Dalam sambutannya, Ketua Badan Pengurus Yayasan Unisba Prof. Dr. K.H. Miftah Faridl menegaskan pentingnya makna sumpah dalam perspektif Islam.

“Sumpah bukan sekadar janji, karena melibatkan nama Allah SWT. Oleh karena itu, sumpah dokter tidak hanya menjadi bagian dari seremoni fakultas, tetapi merupakan perjanjian suci yang wajib dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” tegasnya.

Sementara itu, Rektor Unisba Prof. Ir. A. Harits Nu’man menyampaikan bahwa sumpah dokter bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan, melainkan awal dari amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan.

“Gelar dokter bukan sekadar simbol akademik, tetapi amanah moral, profesional, dan spiritual. Ilmu kedokteran bersentuhan langsung dengan kehidupan manusia, maka profesi ini harus dijalani sebagai jalan pengabdian, bukan hanya sebagai pekerjaan,” ungkapnya.

Ia juga menekankan bahwa lulusan FK Unisba dituntut memiliki keunggulan ilmu sekaligus kekuatan akhlak dan nilai keislaman.

“Dokter lulusan Unisba harus humanis, berintegritas, berempati, serta mampu menjaga nama baik almamater di mana pun mengabdi,” tambahnya.

Dekan: Profesi Dokter Adalah Ikrar Kemanusiaan

Dekan FK Unisba Dr. Santun Bhekti Rahimah, dr., M.Kes., M.M., menegaskan bahwa sumpah dokter merupakan komitmen moral, etika, dan spiritual yang akan melekat sepanjang karier.

“Sumpah dokter bukan hanya seremoni akademik, tetapi ikatan tanggung jawab kemanusiaan dan amanah ilahiah. Profesi dokter kami tempatkan sebagai bentuk pengabdian dan ibadah,” ujarnya.

Ia berharap para dokter baru mampu menjadi pribadi yang adaptif, berintegritas tinggi, serta menjunjung nilai-nilai Islam.

“Teruslah belajar, patuhi etika profesi, utamakan keselamatan pasien, dan hadirkan nilai kemanusiaan di tengah masyarakat,” pesannya.

Mewakili dokter baru, Chirgo Rahmat Basdiwo mengungkapkan rasa syukur atas capaian yang diraih serta komitmen terhadap sumpah yang telah diikrarkan.

“Sumpah dokter adalah janji suci yang akan kami pegang seumur hidup. Kami berkomitmen menjunjung tinggi etika kedokteran dan mengutamakan keselamatan pasien. Semoga hari ini menjadi awal pengabdian kami sebagai dokter yang profesional, rendah hati, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ucapnya.

Prosesi yudisium dan sumpah dokter ini menandai kesiapan lulusan FK Unisba untuk terjun langsung ke masyarakat sebagai dokter muslim yang profesional, berakhlak mulia, serta berorientasi pada pelayanan dan pengabdian.

Dengan bekal kompetensi keilmuan, etika profesi, dan nilai keislaman, para dokter baru diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat dan kemaslahatan umat.(askur/png)

Leave a Response