Kolom Sosial Politik

DIABETES PASTI SEMBUH Ubah Gaya Hidup dan Biasakan Relaksasi

153views

 

Oleh: Ridhazia

DIABETES bisa sembuh. Tidak membunuh dan mematikan. Asalkan seseorang yang mengalami gangguan kesehatan ini tidak sering terjebak gaya hidup stres.

Pasalnya gaya hidup yang menyebabkan stres berpotensi memantik imunitas tubuh menurun dan secara signifikan menaikan kadar glukosa darah dalam tubuh.

Diabetes : Bukan Penyakit, Tapi Gangguan

Itu sebabnya, para peneliti sepakat kalau diabetes alih-alih disebut penyakit lebih tepat sebagai gangguan kesehatan sesaat yang pada gilirannya bisa disembuhkan.

Disebut gangguan kesehatan karena diabetes terjadi ketika imunitas tubuh menurun akibat tubuh manusia mengalami masalah yang mengganggu fungsi normalnya.

Bukan Anti Gula

Gula merupakan kandungan yang hampir bisa ditemukan di semua makanan mulai dari yang olahan, kemasan, hingga buah-buahan.

Perlu diingat bahwa menderita diabetes bukan berarti tidak boleh mengonsumsi gula sama sekali, melainkan hanya perlu dibatasi konsumsinya.

Gula itu tenaga

Gula merupakan sumber energi utama bagi tubuh manusia. Saat dikonsumsi, gula dipecah menjadi glukosa yang kemudian digunakan oleh sel-sel tubuh untuk menghasilkan energi.

Meskipun penting untuk fungsi tubuh, konsumsi gula berlebihan dapat memberikan efek negatif. Oleh karena itu, penting untuk mengonsumsi gula dalam jumlah yang tepat.

Kurang Minum

Secara keseluruhan, minum air putih yang cukup secara teratur dapat membantu mencegah kesehatan yang buruk.

Peneliti melaporkan kenaikan gula pada penderita diabetes ada kaitan dengan kurang minum. Minum satu liter air atau lebih setiap hari berbanding lurus dengan kemungkinannya memiliki kadar gula darah stabil.

Turunkan Sendiri

Jika ingin segera memulihkan gangguan kesehatan yang menyebabkan diabetes para peneliti menawarkan alternatif jitu yaitu : turunkan sendiri.

Konsultasi bahkan berobat ke dokter baik saja. Tapi akan lebih baik jika ada kesadaran dan ketekunan menurunkan sendiri secara disiplin setiap kenaikan gula darah.

Saran praktis yang disarankan para peneliti yang pertama dan utama yaitu mengubah gaya hidup yang bisa memantik stres.

Yang dimaksud stres adalah adalah reaksi tubuh terhadap tekanan yang tidak terkendali yang menyebabkan gangguan kesehatan akibat perubahan mental atau emosional.

Saat stres, tubuh manusia melepaskan hormon yang memicu reaksi “fight-or-flight”. Artinya, stres bisa positif karena bisa meningkatkan kewaspadaan dan motivasi. Tapi juga secara negatif memancing kecemasan.

Saran praktis lain yang ditawarkan agar gangguan kenormalan gula darah, antara lain :

1. Tidur Berkualitas

Mengelola stres yang baik adalah tidur berkualitas. Ukuran tidur yang berkualitas buka diukur lamanya tidur. Tapi jika bangun tidur terasa segar dan bugar.

Bahkan, tidur malam lebih awal lebih baik. Peneliti membuktikan kecukupan tidur dapat menjaga stabilitas kenaikan gula darah yang menjadi pemantik diabetes akut. Sekaligus membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh dari risiko penyakit diabetes, selain gangguan jantung dan obesitas.

2. Olahraga Ringan

Saran para peneliti, derita berkepanjangan akibat gangguan diabetes akan segera sirna jika berolahraga yang rutin.

Olahraga dimaksud itu intinya aktivitas fisik yang melibatkan gerakan tubuh berulang-ulang untuk meningkatkan kebugaran dan kesehatan jasmani.

Tidak perlu jalan kaki ratusan meter yang menguras tenaga dan melampaui batas. Tapi secukupnya agar berkeringat.

Itu sebabnya, tidak ada standar durasi waktu yang disarankan untuk olahraga. Jika sudah merasa cukup dan nyaman, istirahat dan berhentilah.

Yang penting diingat, olahraga itu menggerakkan tubuh yang melibatkan otot dan meningkatkan metabolisme. Selain meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk merespons pertambahan usia yang beranjak menua.

3. Puasa

Penelitian membenarkan bahwa puasa dapat mempercepat kesehatan dari gangguan diabetes. Tapi puasa dimaksud adalah puasa intermiten, yaitu puasa terjadwal.

Berikut jadualnya :

16/8: Berpuasa selama 16 jam dan makan dalam jendela waktu 8 jam.
5:2: Makan seperti biasa selama 5 hari dalam seminggu dan membatasi kalori secara signifikan (misalnya, 500 kalori) pada 2 hari yang tidak berurutan.
Puasa sehari penuh: Berpuasa penuh (tidak makan sama sekali) selama 24 jam, biasanya satu atau dua kali seminggu.

Puasa intermiten memungkinkan berbagai jenis makanan untuk dimakan — dan dinikmati. Berbagi makanan yang baik dan bergizi dengan orang lain dan menambah kepuasan dan mendukung kesehatan yang baik. Semoga bermanfaat.

* Terimakasih kasih Dokter Laras Aditha Dewi atas diskusi dan solusinya.

* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Bandung, Jawa Barat.

      

Leave a Response