Integrasi Intermoda Transportasi Stasiun KA Bandung
Integrasi Intermoda Transportasi Stasiun KA Bandung
KOTA BANDUNG,BANDUNGPOS–Pada peluncuran Kartu Disabilitas PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) di bulan Maret lalu yang menghadirkan panelis Dante Rigmalia, Ketua Komisi Nasional Disabilitas(KND), dan Farhan Helmy, Presiden DILANS Indonesia, Dirut KCI, Asdo Artriviyanto menyampaikan ketertarikannya tentang mobilitas inklusif yang disampaikan Farhan.
Tantangan yang dihadapi penyandang disabilitas saat menuju stasiun (first mile) dan keluar dari stasiun (last mile) manakala menggunakan jasa tranportasi disampaikan secara lugas. Layanan maksimum di Stasiun dan Kereta tidak akan menggerakkan jasa transportasi publik manapun apabila layanannya tidak terkoneksi dan aksesibel. Ada konsekuensi ongkos tambahan yang mungkin jauh lebih besar.
Kartu Disabilitas adalah salah satu upaya yang penting sebagai bagian dari standar pelayanan minimum (#SPM) yang dilakukan PT Kereta Api Indonesia, induk dari KCI, namun tidak cukup.
Karena itu DILANS Indonesia bersama lebih dari 20 organisasi dan komunitas pada tahun 2022 menggulirkan inisiatif kolaboratif Sumur Bandung Inclusive District Platform (#SBIDP). Ikhtiar untuk membumikan pembangunan kawasan inklusif berbasis kecamatan. Farhan mengajak KCI untuk bergabung untuk melengkapi agar kawasan benar-benar terintegrasi dengan moda transportasi.
Pak Asdo tertarik, dan berjanji akan mengunjungi kantor DiLANS dan mendiskusikannya lebih lanjut.
Hari Sabtu kemarin janji ditepati. KCI bersedia menjadi bagian dari SBIDP dalam memperluas SPM di luar stasiun. Banyak pihak akan dilibatkan, terutama pemerintah Kota Bandung.
Dalam pertemuan ini disepakati untuk mengelaborasi integrasi intermoda transportasi di lingkungan Stasiun Bandung. Tim yang lebih teknis dalam tempo yang sesingkat-singkatnya akan menindaklanjutinya.
Rumusan ini akan segera disampaikan ke Pak Walikota Bandung, M. Farhan, dan juga Kang Dedi Mulyadi, Gubernur Jabar yang juga rumah dinasnya kurang dari 100 meter dari stasiun. Integrasi intermoda transportasi harus jadi program strategik #JabarIstimewa. Tidak rumit, hanya memerlukan komitmen dan keberpihakan untuk mewujudkannya. ** (release/BNN)





