Ngopi Sewarung : Makna Cantik dan Ganteng Suku Baduy
Makna Cantik dan Ganteng Suku Baduy
Ngopi Sewarung :
Makna Cantik dan Ganteng

Menjelang sore, Suten mengajak Juli dan Arji, pemuda Baduy Dalam , mampir ke sebuah cafe di dekat kantor redaksi, tempat nongkrong para jurnalis teman-teman Suten. Di sana sudah menunggu Andrea seorang potografer dan Karim, redaktur senior.
“Kenapa baju Orang Baduy warnanya cuma putih, hitam atau biru tua?” Karim bertanya kepada Arji setelah menyeruput jus jeruk hangat.
“Warna putih itu untuk orang Baduy Dalam dan hitam atau biru tua itu untuk orang Baduy Luar,” jawab Juli singkat.
“Gak mau pake baju yang bagus yang warna-warni kaya gini biar keliatan ganteng dan keren…hehehe!?” Ujar Karim sambil menyentuh T-Shirt yang dikenakan Andrea.
“Ogah…! Kegantengan bukan dari baju!” jawab Juli singkat.
“Habis dari apaan?!” kejar Karim, penasaran.
“Kegantengan ada di dalam hati dan pikiran,” jawab Juli, pelan dan datar.
Suten, Karim, dan Andrea juga beberapa teman wartawan yang ikut nongkrong, tercengang mendengar jawaban Juli.
“Hati dan pikiran!” ujar Karim kalem setengah berbisik. Tangannya memegang kepala lalu turun ke dada. Karim mencoba berfikir dan menghayati makna dari kata “hati dan pikiran” dalam konteks ganteng atau cantik.
“Oke saya paham sekarang. Very good .!” kata Karim dengan wajah riang sumringah pertanda ia sudah mengerti makna dari ucapan Juli. Kepalanya termangut-mangut. Artinya, orang yang hati dan pikirannya cantik atau ganteng (bersih, positif, jauh dari rasa benci, cemburu, sombong, dengku,dll) pasti akan terlihat cantik dan ganteng penampilan seluruh tubuhnya walaupun hanya mengenakan baju biasa saja. Begitu juga sebaliknya. Baju hanya pelengkap untuk menutup tubuh dari udara panas dan dingin.
“Sekarang waktunya kita makan…Ayo Juli, Arji, makan se-kenyangnya!” teriak Karim tiba-tiba sambil berdiri mengajak Arji dan Juli makan bareng.
“Suten, kali ini aku yang traktir..!” kata Karim sembari menengok ke arah Suten.
Get the feeling
Mr. Ten





