Kolom Sosial Politik

Melayanglah di Surga Pulau Jawa!

414views

 

Oleh Ridhazia

MUNGKIN kedua cucu saya ini, anak-anak terkecil yang berani tandem paralayang di Toga Hill, Sumedang  Jawa Barat pasca Lebaran tahun ini.

Itulah Rasfard. Sang cucu masih 7 tahun usianya. Baru beres kindergarten, sekelas taman kanak-kanak.

Tapi entah bagaimana, ia tanpa ragu ingin melayang seperti kakaknya Lafard yang masih berusia 9 tahun.

Keduanya sangat menikmati hiburan yang beresiko ini. Melayang-layang di atas perbukitan dan lembah yang mempesona selama belasan menit selepas meloncat dari bukit setinggi 800 mpdl.

Surga Pulau Jawa

Toga Hill Sumedang secara geografis sudah dikenal sebagai destinasi wisata paralayang dengan pesona alam yang khas. Memiliki kontur tanah berundak pegunungan, perbukitan dan lembah.

Saking indahnya, fotografer asal Belanda Wijnand Elbert Kerkhoff menjuluki Sumedang sebagai ‘Het Paradijs Van Java’ yaitu Surga dari Pulau Jawa.

Asal Usul

Paralayang digagas David Barish (1921-2009), seorang pilot uji coba untuk pasukan AS, pada tahun 1965.

Ia mengubah terjun payung militer yang kaku menjadi terjun payung hiburan yang fleksibel.

Ia menguji temuannya di Hunter Mountain, New York, dan menyebutnya “slope soaring”.

Sang tentara mulai mempromosikannya sebagai aktivitas hiburan di sejumlah resort di lereng bukit pegunungan di muka Bumi. *

* Ridhazia, dosen seni0r Fidkom UIN Sunan Gunung Djati Bandung, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Bandung, Jawa Barat.  

Leave a Response