Oleh Ridhazia
Kades Gunung Menyan, Wiwin Komalasari menjadi sorotan publik setelah video tentang nasi kotak yang ia sebut Jomet dengan cara nyinyir dari acara pelantikan Bupati Bogor Rudy Susmanto dan Jaro Ade.
Klarifikasi
Kades Wiwin Komalasari sudah menyampaikan klarifikasi melalui akun TikTok @ratuwk1414 setelah dirinya viral di beberapa akun media sosial dan menuai banyak cibiran dari netizen.
Ia tanpa sungkan menyebut kejadian membawa jomet sebagai pengalaman pertama dalam hidupnya.
“Assalamualaikum, saya baru kali ini bawa berkat. Aduh, seumur-umur bawa berkat. Geli ya,” ujar Wiwin sambil tertawa
Apa itu Jomet
Jomet istilah yang populer dari Bahasa Sunda yang merupakan singkatan dari “kejo saemet”, artinya kejo (nasi) yang saemet (isinya sedikit).
Dalam kultur Sunda jomet biasa juga dikenal dengan berekat yang lazim menjadi bingkisan yang didapatkan dari tahlilan atau pengajian.
Makanan dengan lauk pauk sederhana itu pada awalnya dibungkus besek, sebuah kotak anyaman bambu.
Paling Halal
Para santri pada umumnya menyenangi jomet, sehingga tidak sedikit yang memenuhi tahlilan atau pengajian. Meski bukan tujuan utama mengikuti tahlilan atau pengajian.
Berbeda dengan Sang Kades, Menteri sekaligus politis PKB Muhaemin Iskandar justru bersyukur menerima makanan jomet yang populer dikalangan santri disebut “berkat”.
Katanya, makanan itu paling halal di dunia, yang memberikan penuh keikhlasan, yang menyajikan penuh penghormatan dan cinta sehingga gara-gara makan “nasi berkat” ia merasa hidup berkah. *
* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Bandung, Jawa Barat.





