Kolom Sosial Politik

Premanisme ala Presiden TRUMP

327views

 

Oleh Ridhazia

Presiden Donald J Trump kembali memimpin Amerika Serikat. Pria berambut pirang itu menjadi Presiden AS ke-47 mulai Senin (20/1/2025). Sekaligus sebagai kebangkitan kembali politisi preman yang kerap menebar ketakutan.

Retorika Menghasut

Publik dunia mengenal retorika Donald Trump itu cenderung menghasut. Dibedakan dengan Presiden AS lainnya yang lebih diplomatis.

Di luar dugaan, Sang Presiden itu dengan lantang akan mengambil peran sebagai diktator pertama Amerika.

Manuver politik Trump yang tak kalah “panas” ketika ia mengancam akan menggagalkan gencatan senjata Israel-Hamas yang baru dimulai 19 Januari 2025.

Dengan nada yang barbar, ia juga akan mendeportasi mahasiswa asing yang terlibat dalam demontrasi “Jihadisme” yang membela Palestina di Amerika Serikat.

Psikotik

Dugaan yang berkembang kalau Sang Presiden diidentifikasi mengalami gangguan psikologis. Ia “lebih dari sekedar seorang manusia”.

Selain cerdas memainkan peran protagonis khas Trumpian. Ia juga tumbuh menjadi demagog antidemokrasi. Dan menjadi pribadi yang “sama sekali tidak memiliki kesopanan politik”

McAdams seorang profesor di Sekolah Pendidikan dan Kebijakan Sosial Universitas Northwestern dalam buku “The Strange Case of Donald J. Trump: A Psychological Reckoning” (2020) mengidentifikasi kalau Trump sebagai pengecualian dari presiden AS lain.

Mitologi

Ia akan terus hidup dalam benak jutaan orang Amerika. Dikenang sebagai tokoh liminal yang luar biasa. Bahkan dipersonifikasikan sebagai manusia mitologi. Tokoh yang jauh lebih dari sekadar manusia. *

*  Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Bandung, Jawa Barat.

Leave a Response