Oleh Ridhazia
Aplikasi permainan “Koin Jagat” mendadak populer di dunia nyata di Indonesia.
Popularitas aplikasi ini karena menjanjikan uang ratusan ribu hingga jutaan rupiah bagi penemu koin yang disebar di taman dan trotoar di pusat perkotaan.
Permainan yang memanfaatkan teknologi digital — dengan terlebih dahulu mengunduh aplikasi di Play Store atau App Store — belakangan diberitakan menjadi “teror” publik.
Ratusan anak-anak dan remaja mengacak-ngacak taman kota, bahkan membongkar keramik trotoar jalan yang diduga tempat koin-koin disebarkan.
Irasional
Kejadian pemburuan koin jagat membuktikan informasi membuat manusia semakin irasional sebagaimana pendapat ilmiah Thomas N. Nichols.
Selain menyebabkan masalah besar dalam kehidupan manusia (Jackson, 2012) juga membuat ingatan manusia pun semakin buruk (Blair, 2011).
Hal ini dikarenakan manusia memiliki keterbatasan dalam menerima dan mengolah data yang masuk (Roetzel, 2019).
Banjir informasi telah menyebabkan informasi yang salah melampaui informasi yang benar.
Banjir Informasi
Istilah banjir informasi pertama kali digunakan dalam buku Bertram Gross yang terbit pada tahun 1964 dengan judul “The Managing of Organizations”. Lalu dipopulerkan oleh Alvin Toffler pada 1970 dalam tulisan “Future Shock”.
* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN SUnan GUnung Djati, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Bandung, Jawa Barat.





