Oleh Ridhazia
Israel berkonflik dengan lima negara bertetangga. Selain menganeksasi Palestina. Juga menghadapi militan Libanon, Yaman, Suriah dan militer Iran.
Negara Yahudi ini pun menjadi “musuh bersama” negara lain, terutama negara muslim. Beberapa negara di benua Eropa dan Amerika yang pro-Palestina.
Hingga Juni 2024, negara Israel yang merdeka tahun 1948 hanya diakui sebagai negara berdaulat oleh 164 dari 192 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Tangguh
Dari data World Policy Institute, Israel telah menjadi salah satu negara penerima bantuan AS terbesar sejak 1976 untuk belanja senjata.
Berdasarkan data Congressional Research Service, bantuan AS untuk Israel selama setengah abad terakhir. Angkanya fantastis yang membuat militer Israel tangguh.
Dokumen The Jewish Federation of North America dan Israel Action Network menyebutkan, sejak 1985 kalau Amerika Serikat memberikan hibah untuk membeli alutsista tercanggih buatan Negeri Paman Sam.
Semua itu sebagai bagian dari program Excess Defense Articles (EDA) kedua negara itu dalam menangani konflik bersenjata di Kawasan Arab.
Mumpuni
Israel juga mumpuni. Negara ini menjadi negara dengan kekuatan militer hebat di dunia dan sejak 1985 menjadi negara pemasok alutsista modern terbesar di dunia. Sekaligus keharusan ekonomi sebagai negara yang dikepung musuh.
Empat perusahaan industri pertahanan Israel juga masuk dalam daftar 100 industri senjata terbesar dunia. Keempat perusahaan itu yakni Elbit, RAFAEL, IMI (Israel Military Industries), dan IAI (Israel Aircraft Industries).
Menurut Yaakov Katz, penulis buku ‘The Weapon Wizards: How Israel Became a High-Tech Military Superpower’ menjadi jawaban mengapa militer Israel begitu kuat.
Seorang ahli politik Universitas Tel Aviv, Aaron S Klieman, mengatakan bahwa tingkat produktivitas senjata yang canggih dan moderen sekaligus membuat Israel tak terkalahkan jika harus berkonflik sekian lama.
Apalagi dari laporan yang disusun oleh Amnesty International, OXFAM International, dan International Action Network on Small Arms (IANSA) mengungkapkan Israel telah menjadi pemain dominan di pasar senjata internasional sejak 2005.
Inovasi Yahudi
Sejumlah riset yang mengungkap ketangguhan Israel terkait dengan kultur Yahudi terkenal dengan kecerdasan dan budaya inovatif.
Sebelum negara Israel resmi terbentuk pada 1948, puluhan tahun sebelumnya bangsa Yahudi bahkan sudah memproduksi senjata dan bahan peledak sendiri di pabrik-pabrik senjata rahasia.
Israel bahkan rela menghabiskan sekitar 4,5 persen pendapatan negara untuk penelitian. Sekitar 30 persen anggaran penelitian itu disalurkan untuk industri pertahanan. *
* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati Bandung, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Bandung, Jawa Barat.





