Oleh Ridhazia
Berangkat dari Bandar Udara Internasional Kertajati di Kabupaten Majalengka (KJT), Jawa Barat, tak terasa sudah tiba di Bandar Udara Muhammad bin Abdul Aziz di Madinah (MED).
Jarak geografis di antara kedua tempat itu diperkirakan 8.194 km. Atau setara 12 jam waktu penerbangan.
Alhamdulilah.
Masjid Nabawi
Masjid Nabawi terluas dan termegah setelah Masjidil Haram di Mekah menjadi tujuan antara perjalanan panjang jamaah haji asal Indonesia.
Bangunannya klasik dan kontemporer. Dulu sebelum seperti bentuknya sekarang didirikan secara sederhana. Inilah dan menjadi masjid kedua yang dibangun oleh Nabi Muhammad setelah Masjid Quba selama dalam perjalanan hijrah dari Mekkah ke Madinah.
Sedikitnya telah 9 kali diperluas dan dibangun kembali. Awalnya, masjid ini berukuran 50 meter persegi dengan tinggi atap sekitar 3,5 meteran.Tembok di keempat sisi masjid ini terbuat dari batu bata dan tanah. Atapnya dari daun kurma. Pun penopangnya dari batang kurma.
Sekarang, masjid ini termegah.
Bersih dan nyaman. Diawasi dan dijaga oleh Penjaga Dua Tanah Suci.
Bangunan Masjid Nabawi memiliki luas mencapai 165.000 m2 dengan 95 pintu dan 10 buah menara. Menampung jamaah sekitar 600.000 jamaah.
Ikon masjid yang paling poouler memiliki atap rata dengan 27 kubah. Halamannya di tambah dengan payung-payung ikonik rancangan arsitek asal Jerman Mahmoud Bodo Rasch beserta firmanya Rasch GmbH dan Buro Happold.
Infrastrukturnya luar biasa. Ruang bawah tersebut berupa parkir, tempat wudu, toilet, hingga basis teknologi. Diantaranya pengeras suara moderen dan pendingin ruangan yang canggih yang luasnya sekitar 235 ribu meter persegi atau setara dengan 33 kali lipat lapangan sepak bola.
Keistimewaan
Keistimewaan masjid Nabawi ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW bersabda, “Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih utama daripada seribu shalat di masjid lainnya selain Masjidil Haram”. (HR Ahmad dan Ibnu Majah).
Keistimewaan lain adalah Raudhah adalah tempat yang bdi antara rumah Nabi yang sekarang makam Nabi dan mimbar. Luas dari arah timur ke barat sepanjang 22 meter dan dari utara ke selatan 15 meter. Inilah tempat doa-doa dikabulkan. Amiin.
Madinah al-Munawwarah
Madinah mendapat sebutannya indah yakni Madinah al-Munawwarah. Artinya, Kota Bercahaya. Sebutan itu sekaligus menjadi identitas global sejak kesejarahan hijrah Nabi Muhammad dari Mekah ke Madinah pada tahun 622 M hingga sekarang.
Nama-nama lain
Ada 94 nama lain yang serupa untuk Kota Suci ini. Beberapa di antaranya Qaryah al-Anshar (perkampungan kaum penolong), al-Mubarakah (yang penuh berkah), al-Mukhtarah (yang terpilih).
Julukan lainnya atas kota kecil di Tanah Haram adalah Bayit Rasulullah (Rumah utusan Allah), Sayyidah al-Buldan (tuan dari segala negeri), Dar al-Iman (kawasan keimanan), Dar as-Sunnah (kawasan tradisi Nabi), Dar as-Salam (kawasan damai), Dar al-Haram (kawasan suci).
Asal-Usul kata Madinah
Madinah — asal kata dari madani yang berarti beradab. Kota Madinah berarti Kota Beradab.
Disebut demikian karena transformasi sosial dan politik Islam. Di kota inilah tradisi baru dirintis. Watak perkotaan yang memanusiakan manusia.
Tidak terjadinya segregasi sosial. Yakni suatu ide pemisahan kelompok sosial antara pemukim lama dengan pendatang. Antara agama lama dan agama baru. Tetapi berkelanjutan dan gradual. Perubahan yang bertahap seiring berjalannya waktu.
Bukan dalam langkah-langkah besar dan cepat tapi radikal. Lembut tapi pasti.
Metropolis
Madinah itu dibangun dari reruntuhan kota kuno yang bernama Yastrib. Terletak di provinsi Madinah yang meliputi sebagian di wilayah Hezaz. Luasnya sekarang 587,9 km².
Secara geografis terletak di ketinggiannya 625 meter di atas permukaan laut (mdpl). Suhu udaranya dikisaran 33-35 derajat celcius. Tapi sesekali sejuk. Bahkan dingin.
Letak Madinah di sebelah barat dari keseluruhan bentangan luas daratan negara Kerajaan Saudi Arabia sekitar 2.150.000 kilomerer persegi. Negara Islam ini terbesar kelima di Asia dan terbesar di Timur Tengah.
Madinah telan menjadi kawasan metropolis. Ikon tempat suci Masjid Nabawi telah mengubah segalanya menjadi lebih megah. Sekaligus menjadi pusat kekuasaan. Menjadi kota industri jasa dan pariwisata.
Bahkan tanahnya pun termahal sedunia. Harganya miliaran permeter persegi. Itu sebabnya, sebagian besar bangunan dirancang vertikal.
Kota Kurma
Berbanding terbalik dengan sebagian Semenanjung Arab yang berpasir juga panas dan kering, kota Madinah justru terbentuk dari kawasa agraris (eopolis) yang subur. Sampai sekarang di sekitar kota suci ini masih tersisa sejumlah oasis yang memproduksi buah-buahan dan ternak terbaik.
Oasis atau wahah adalah lokasi terpencil yang luas di tengah gurun pasir. Daerah ini berlimpah air. Juga hutan kecil di sekitarnya.
Keberadaan oasis tercatat dalam sejarah rute perdagangan dan transportasi kafilah lintas sahara. Sekaligus menjadi kawasan vital yang kerap menjadi ajang konflik politik dan militer yang berkepanjangan.
Oasis populer yang terjaga keberadaanya sejak ratusan tahun di antaranya Muhafadzah Al-Ahsa. Luas dan subur sekaligus menjadi penghasil kurma terbaik dan terluas sedunia.
Oasis ini telah menjadi Situs Warisan Dunia. Juga masuk dalam Guinness Book of Records sejak 2020. Bahkan ditetapkan sebagai bagian dari Jaringan Kota Kreatif UNESCO sejak 2015. *
* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Vila Bumi Panyawangan, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.





