Kesehatan Wanita

6 Jenis Warna Cairan Miss V yang Perlu Perempuan Tahu

67views

Oleh: Siti Putri Nurmayani –

KELUARNYA cairan dari vagina merupakan hal wajar yang dialami oleh kebanyakan wanita. Pasalnya, cairan yang keluar dari vagina merupakan cara vagina untuk membersihkan diri. Tak selalu menandakan keputihan yang normal, cairan yang dikeluarkan oleh vagina juga bisa menandakan kondisi yang serius. Lalu, apa saja arti dari keluarnya cairan Miss V? Bagaimana tanda cairan yang tidak normal? Yuk, cari tahu jawaban lengkapnya lewat ulasan di bawah ini.

  1. Cairan Bening

Keluarnya cairan bening merupakan tanda normal yang dialami oleh kebanyakan wanita untuk membantu membersihkan area intim dari bakteri penyebab infeksi.

Kondisi keputihan yang normal umumnya tidak keluar dalam jumlah yang banyak, tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak disertai dengan gatal atau nyeri. Meski begitu, volume keputihan yang bening mungkin akan semakin meningkat ketika Anda sedang berada dalam masa ovulasi atau masa subur. Selain itu, bisa juga karena terangsang secara seksual.

  1. Cairan Putih Susu

Selain berwarna bening, cairan vagina yang keluar juga bisa berwarna putih susu. Beruntungnya, ini bukanlah kondisi keputihan yang harus diwaspadai. Munculnya keputihan berwarna putih susu menandakan, bahwa vagina sedang membersihkan diri dan melembapkannya secara alami. Namun, jika keputihan yang keluar berwarna putih susu dengan sedikit kekuningan, menyerupai warna keju, ini bisa menandakan adanya infeksi jamur. Ketidakseimbangan jamur alami di vagina ini biasanya disertai dengan gejala lain, seperti muncul rasa gatal atau terbakar.

  1. Cairan Merah Muda

Keluarnya cairan dari vagina yang berwarna merah muda dapat menandakan akan dimulainya menstruasi. Ini merupakan kondisi yang tidak perlu dikhawatirkan. Akan tetapi, terkadang cairan berwarna merah muda juga menandakan adanya perdarahan yang tidak berhubungan dengan menstruasi, misalnya perdarahan implantasi yang menjadi tanda awal kehamilan. Selain itu, bisa juga sebagai tanda adanya perdarahan terkait alat kontrasepsi IUD yang baru dipasang atau dilepas. Bahkan, keluarnya cairan yang berwarna merah muda juga bisa terjadi akibat iritasi vagina, karena berhubungan intim atau penggunaan mainan seks.

  1. Cairan Cokelat Kemerahan

Apabila Miss V mengeluarkan cairan berwarna cokelat kemerahan, ini menandakan adanya bercak perdarahan menstruasi yang akan berakhir. Kendati normal terjadi, namun bila keluarnya cairan cokelat kemerahan di luar periode menstruasi, maka Anda perlu waspada. Pasalnya, ini bisa menjadi tanda dari beberapa penyakit, seperti infeksi serviks atau servisitis, kanker serviks, kanker endometrium, atau polip serviks.

  1. Cairan Kuning Kehijauan

Keluarnya cairan keputihan dengan warna kuning kehijauan merupakan tanda yang tidak normal. “Ada kemungkinan hal tersebut menandakan gejala keputihan yang disebabkan oleh infeksi bakteri,” ungkap dr. Atika. Selain itu, keputihan tersebut jugai bisa menjadi tanda bahwa kamu mengalami penyakit trikomoniasis. Jenis keputihan ini umumnya memiliki bau yang tidak sedap dengan tekstur yang sangat tipis atau sedikit berbusa dan bergelembung.

  1. Cairan Abu-abu

Keputihan yang berwarna abu-abu menandakan ada sesuatu yang tidak normal pada organ reproduksi. Mengutip dari Cleveland Clinic, keluarnya cairan berwarna abu-abu ini bisa diakibatkan oleh vaginosis bakterialis, di mana bakteri di vagina tidak tumbuh dengan baik, sehingga menyebabkan ketidakseimbangan dan meningkatkan keputihan. Biasanya, tekstur dari keputihan ini tampak encer, berwarna putih keabu-abuan, dan berbau amis.

Selain itu, keluarnya cairan berwarna abu-abu juga bisa menjadi tanda dari penyakit menular seksual, seperti gonore, trikomoniasis, dan klamidia. Penting untuk diingat, keluarnya cairan atau keputihan merupakan hal normal dan wajar untuk dialami. Akan tetapi, setiap wanita perlu memerhatikan keputihan yang dialaminya. Menurut Dokter Atika, keputihan yang normal biasanya muncul mendekati siklus haid dan tidak disertai dengan keluhan seperti gatal, perih, serta bau tidak sedap. Apabila terjadi perubahan dari tekstur, warna, dan bau dari keputihan, ini bisa menandakan adanya infeksi.

Segera konsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebab dan cara mengatasinya dengan baik.**(Sumber: KlikDokter/bnn/jit)

 

 

Leave a Response