
BANDUNG – BANDUNGPOS : Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Soft Tenis Jawa Barat 2026 Piala ePPsi yang digelar Pengprov PESTI Jabar bersama KONI Jabar dan para sponsor.
Menurut Wagub Erwan , kejuaraan tersebut menjadi langkah strategis untuk memasyarakatkan olahraga soft tennis di Tanah Pasundan.
“Kejurprov ini adalah langkah awal untuk lebih memasyarakatkan olahraga soft tennis di Jawa Barat. Kami tentu mengapresiasi Pengprov PESTI, KONI Jabar dan para sponsor yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini,” ujar Erwan usai penutupan kejuaraan di Goat Arena Lapangan tenis Indoor Siliwangi, Jalan Manado Kota Bandung, Kamis (12/2/2026).
Erwan mengatakan, hingga saat ini baru 10 dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat yang telah membentuk kepengurusan cabang (pengcab) soft tenis. Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang untuk memperluas pembinaan dan sosialisasi olahraga tersebut di daerah lain.
“Dari 27 kabupaten/kota baru terbentuk 10 pengcab. Mudah-mudahan tahun yang akan datang terus bertambah sehingga soft tennis semakin dikenal dan diminati masyarakat,” katanya.
Erwan juga menyoroti sejumlah kendala yang masih dihadapi dalam pengembangan soft tennis, terutama terkait ketersediaan peralatan. Ia menyebut raket dan bola soft tenis masih sulit diperoleh karena sebagian besar masih bergantung pada impor.
“Memang ada beberapa kendala, di antaranya raket dan bola yang masih sulit didapat karena kita masih impor. Ke depan kita harus bisa memproduksi sendiri,” tegasnya.
Menurutnya, Jawa Barat memiliki potensi industri yang memadai untuk memproduksi perlengkapan olahraga tersebut secara massal. Pemerintah Provinsi Jabar berencana mendorong kerja sama melalui nota kesepahaman (MoU) antara pihak terkait dengan PESTI Jabar.
“Kita akan dorong kerja sama dengan MoU bersama PESTI Jawa Barat agar bisa memproduksi raket maupun bola secara massal. Di Jawa Barat sudah ada pabrik-pabrik yang memungkinkan untuk itu,” jelas Erwan.
Dalam konteks pembinaan prestasi, Erwan menegaskan tahun 2026 menjadi momentum penting karena akan digelar Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) pada November mendatang. Ajang tersebut diproyeksikan sebagai sarana penjaringan atlet potensial menuju PON XXII/2028.
“Tahun ini adalah tahun olahraga karena kita akan melaksanakan Porprov pada November 2026. Ini ajang mencari bibit atlet untuk persiapan PON 2028, karena awal 2027 sudah mulai Babak Kualifikasi (BK) PON,” ungkapnya.
Ia berharap Jawa Barat mampu mempertahankan tradisi juara umum pada PON mendatang, setelah sebelumnya mencatatkan tiga kali gelar juara umum. Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan memberikan dukungan penuh terhadap kebutuhan pembinaan.
“Kita sudah tiga kali juara umum dan berharap di 2028 bisa kembali juara umum. Pemprov Jabar akan men-support penuh. Nanti akan kita bicarakan bersama KONI dan induk organisasi cabang olahraga terkait kendala yang dihadapi,” tuturnya.
Terkait penyelenggaraan kejuaraan berjenjang seperti Piala Gubernur, Erwan menyebut pihaknya tengah memfokuskan program olahraga secara bertahap. Setelah kejuaraan tingkat wali kota dan bupati, ke depan akan dilanjutkan dengan level provinsi.
“Kami dan Pak Gubernur memang baru satu tahun menjabat dan sedang mengejar visi-misi. Tahun ini mulai kita fokuskan ke olahraga, dari kejuaraan wali kota atau bupati, kemudian berlanjut ke Piala Gubernur. Saya berharap semua cabang olahraga, termasuk soft tenis, bisa mengikuti pola tersebut,” ucap Erwan. (den)***





