Olahraga

Budiana Apresiasi Komitmen dan Pengorbanan PESTI Jabar

168views

BANDUNG-BANDUNGPOS : Ketua KONI Jawa Barat, Prof. HM. Budiana, menyampaikan apresiasi tinggi kepada jajaran pengurus Persatuan Soft Tenis Indonesia (PESTI) Jabar atas komitmen dan pengorbanan dalam membangun prestasi soft tennis di Tanah Pasundan. Ia menyebut momentum pertemuan yang berlangsung pada Kamis petang (12/2/2026)  itu sebagai “kamis manis” bagi keluarga besar olahraga tersebut.

“Bagi saya ini kamis manis, khususnya untuk Kang Andi dan rekan-rekan pengurus PESTI Jabar. Hari ini saya merasa perjuangan untuk PESTI begitu luar biasa,” ujar Budiana usai penutupan  Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Soft Tenis Jawa Barat 2026 Piala ePPsi di Goat Arena Lapangan Tenis Indoor Siliwangi, Jalan Manado Kota Bandung, Kamis  (12/2/2026).

Menurutnya, estafet kepemimpinan dari BambangHaryono kepada Andi Garna membawa percepatan langkah organisasi yang signifikan. Ia mengaku terharu melihat dedikasi dan pengorbanan yang ditunjukkan Ketua PESTI Jabar demi kemajuan cabang olahraga tersebut.

“Saya sangat terharu dengan pengorbanan beliau. Bahkan tadi dibisikkan kepada saya bahwa dukungan pribadi beliau untuk pembinaan masih terasa kurang. Ini pengorbanan yang luar biasa dan patut kita syukuri,” ujar Budiana.

Menurut Budiana, sosok pemimpin cabang olahraga yang rela berkorban demi pembinaan prestasi tergolong langka. Ia bersama jajaran penasihat KONI Jabar menilai komitmen seperti itu menjadi energi penting dalam mewujudkan visi “Jabar Istimewa” di bidang olahraga.

“Jarang sekali ada Ketua Cabang Olahraga yang all out seperti ini untuk kebesaran cabornya. Ini yang dibutuhkan untuk menyokong Jabar Istimewa,” tegas Budiana.

Selain apresiasi, Budiana juga merespons positif rencana PESTI Jabar menghadirkan pelatih dari Korea Selatan guna meningkatkan kualitas pembinaan. Ia menyatakan siap memfasilitasi komunikasi dengan mitra KONI Jabar di Provinsi Gyeongsangbuk-do , Korea Selatan.

“Hari ini saya akan langsung meminta Wakil Ketua II KONI Jabar mencarikan jalan keluar agar pelatih dari Korea Selatan bisa hadir. Kami akan segera berkomunikasi dengan pihak Gyeongsangbuk-do,” ujarnya.

Budiana menjelaskan, hubungan kerja sama antara KONI Jabar dan Gyeongsangbuk-do selama ini berjalan baik dan produktif. Ia optimistis Ketua Gyeongsangbuk-do Sport Council, Mr. Kim, akan membantu proses pencarian pelatih yang bersedia melatih soft tennis Jabar.

“Biasanya pola beliau membantu mencarikan kandidat. Jika sudah ada yang bersedia, kami akan dihubungi dan langsung saya sampaikan kepada Kang Andy di PESTI Jabar,” jelasnya.

Dalam konteks pengembangan ke depan, Budiana juga berharap soft tennis dapat dihadirkan dalam ajang eksibisi pada multievent olahraga mendatang. Ia melihat animo masyarakat terhadap soft tennis cukup besar dan tidak tergerus oleh kemunculan cabang olahraga baru seperti pickleball atau padel.

“Saya lihat PESTI tidak terganggu oleh cabang baru yang sejenis. Soft tennis tetap punya tempat sebagai cabang senior. Ini rezeki besar yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya,” katanya.

Lebih lanjut, Budiana berjanji akan menginstruksikan KONI kabupaten/kota yang telah memiliki kepengurusan PESTI agar memberi perhatian serius terhadap pembinaan di daerah. Menurutnya, kolaborasi antara KONI Jabar, pemerintah daerah, dan PESTI menjadi kunci penguatan prestasi hingga tingkat nasional.

“Kami akan mendorong KONI kabupaten/kota untuk memperhatikan PESTI di wilayahnya. Ini tidak bisa ditumpukan pada satu-dua pihak saja, harus bersama-sama mendukung program Gubernur dan Jawa Barat,” tegasnya.

Budiana juga mengapresiasi dukungan Wakil Gubernur Jawa Barat terhadap pengembangan soft tennis. Ia menilai respons cepat tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam memajukan olahraga di Jawa Barat.

“Dukungan Pak Wakil Gubernur luar biasa. Ini bagian dari ikhtiar bersama dan sudah sejalan dengan tugas serta fungsi beliau di bidang olahraga. Kalau seperti ini, saya kira semuanya akan lebih mudah,” urai Budiana. (den)***

 

 

 

Leave a Response