
Bandung – BANDUNGPOS.ID : Berbagai cara akan kita lakukan untuk mengawasi atlet non-disabilitas bisa masuk di Pepsrda nanti. Salah satunya NPCI kota Bandung akan berkoordinasi melaksanakan klasifikasi dengan NPCI Jawa Barat seketat mungkin. NPCI Kota Bandung akan memberi masukan dan kita bersama-sama juga akan memasukkan tim klasifikasi untuk mengawasi hal itu.
“Sebenarnya gampang, kalau yang non-disabilitas itu ada riwayat dokternya, ada riwayat SLB nya. Tidak bisa misalnya tiba-tiba klasifikasinya lolos. Saya juga kurang paham. Tapi mekanisme-mekanisme sebenarnya kalau dijalankan dengan baik, itu tidak bakal yang umum masih masuk ke disabilitas,” ujar Ketua NPCI Kota Bandung Yadi Sofyan, Sabtu (23/5/2026) di Bandung.
Yadi mengatakan, sebagai tuan rumah penyelenggara dan sebagai Ketua Umum NPCI Kota Bandung, pihaknya mengharamkan yang non disabilitas ikut bertanding di Peparda VII kali ini. Seperti yang pernah terjadi di Peparda sebelumnya.
Karena atlet non disabilitas sudah punya panggungnya sendiri. Jadi jangan yang normal bertanding dengan atlet disabilitas.
“Perlu saya kemukakan, yang rawan itu non disabilitas klasifikasinya netra . Karena netra itu kan nggak kelihatan ya. Terutama di B2, B3. Itu yang low vision. Bisa aja dia mengaku tidak kelihatan atau gimana gitu kan. Biasanya yang diincar cabang olahraga catur. Sementara kalau yang cacat tubuh, itu tidak mungkinlah. Kan kelihatan gitu kan. Kelihatan misalnya kalau yang kakinya tidak ada. Tidak mungkin gak terlihat,” ungkap Yadi.
Menurutnya yang rawan itu di disabilitas netra, karena disabilitas netra yang low vision itu bisa akal-akalan.
Tapi akan ditetapkan nanti di NPCI Kota Bandung di Peparda VII itu, — harus mengantongi surat dari minimal dari rumah sakit mata JEC di Kedoya Jakarta itu yang punya klasifikasi Internasional.
Soal kapan digelarnya Peparda tahun 2026 ini. perlu kami jelaskan, kemarin kami rapat di PB. Ada dua opsi penyelenggraan yakni pertengahan November dan akhir November menunggu hasil rapat PB.
“Saya ingn mengatakan, Peparda tahun ini luar biasa. Biasanya kalau Peparda itu penunjukkan tuan rumah itu 2 tahun sebelumnya.
Sehingga persiapannya itu matang. Kami juga sudah mencalonkan jadi Tuan Rumah waktu itu di akhir tahun 2024, awal 2025. Bersama dengan Kabupaten Indramayu. Dan kebetulan Bapak Gubernur menunjukkan Indramayu atas pertimbangan mungkin pemerataan,” tutur Yadi.
“NPCI Kota Bandung dan Wali Kota Kota Bandung itu mempunyai komitmen yang kuat untuk penyelenggaraan Peparda itu harus diselenggarakan di tahun 2026 ini, maka kami bersiap untuk itu. Walaupun dengan segala kesempitan waktu, kesempitan anggaran. Tapi dengan motivasi dan tekad yang kuat dari NPCI dan pemerintah Kota Bandung insya Allah penyelenggaraan Peparda akan berjalan sebagaimana yang kita harapkan,” tegas Yadi. (den)***





