Bandung RayaKampusiana

Rektor Unisba Prof. Dr. Edi Setiadi, SH, MH: Wisuda Bukanlah Garis Akhir Tapi Awal Kontribusi di Masyarakat

616views

METRO BANDUNG, bandungpo.id – Universitas Islam Bandung (Unisba) kembali menggelar prosesi wisuda untuk sekitar 1.400 lulusan dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Doktor, Magister, Profesi, hingga Sarjana dalam Wisuda Gelombang I Tahun Akademik 2024-2025. Acara ini diselenggarakan selama dua hari, yakni Sabtu dan Minggu, 22-23 Februari 2025, di Aula Utama Unisba, dengan total empat sesi pelantikan yang dibagi secara merata di kedua hari tersebut.

Wisuda kali ini menjadi momen bersejarah, terutama bagi Rektor Unisba, Prof. Dr. H. Edi Setiadi, S.H., M.H., yang secara resmi mengakhiri masa jabatannya setelah dua periode kepemimpinan. Estafet kepemimpinan akan berlanjut dengan pelantikan rektor baru yang dijadwalkan pada Juli mendatang.

Dalam pidatonya, Rektor menegaskan bahwa kelulusan bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari perjalanan baru yang lebih besar. Ia menekankan bahwa ilmu yang diperoleh selama di bangku kuliah hanyalah modal awal untuk terus berkembang. “Wisuda bukan garis akhir, tetapi gerbang pembuka bagi kontribusi yang lebih luas di masyarakat. Dengan niat yang lurus dan ibadah kepada Allah SWT, setiap tantangan akan lebih mudah dilalui,” pesannya.

Dia juga menggarisbawahi pentingnya kesiapan lulusan dalam menghadapi tantangan zaman, terutama bagi Generasi Milenial dan Generasi Z yang hidup dalam era yang berbeda dari generasi sebelumnya. Menurutnya, pembelajaran tidak boleh berhenti hanya di ruang kelas atau dalam buku, tetapi juga melalui pengalaman langsung di tengah masyarakat. “Kunci keberhasilan adalah kemampuan beradaptasi dengan perubahan dan kesediaan untuk terus belajar sepanjang hayat,” tambahnya.

Selain itu, Rektor mengingatkan pentingnya sikap rendah hati dalam menjalani kehidupan dan karier. “Kesombongan tidak memiliki tempat dalam diri seorang pembelajar sejati. Tetaplah tawadhu, terbuka terhadap kritik dan saran, serta selalu mencari ilmu dari berbagai sumber,” tuturnya. Ia juga berpesan kepada para lulusan untuk menjaga nama baik almamater dan tidak ragu kembali ke kampus jika ingin mengenang suasana akademik yang telah membentuk mereka.

Dalam menghadapi dunia kerja, Rektor menekankan pentingnya fleksibilitas dan daya adaptasi terhadap perubahan. “Adaptabilitas bukan hanya kemampuan untuk bertahan, tetapi juga modal untuk tumbuh dan berkembang. Mereka yang mampu berpikir jauh ke depan, mencari solusi dari permasalahan, serta tidak mudah menyalahkan orang lain, akan lebih siap menghadapi dunia kerja yang dinamis,” ujarnya.

Sebagai penutup, beliau mengingatkan bahwa kesuksesan para lulusan tidak terlepas dari dukungan banyak pihak, terutama orang tua yang selalu mendoakan dan mendampingi perjalanan akademik mereka. “Jadilah pribadi yang membawa manfaat bagi umat, seperti mutiara yang bersinar di tengah kehidupan,” tutupnya.

Ketua Badan Pengurus Yayasan Unisba, Prof. Dr. K.H. Miftah Faridl, turut menyampaikan pesan bahwa wisuda bukanlah akhir dari proses menuntut ilmu, melainkan awal dari perjalanan pengabdian yang lebih besar. “Mulai hari ini, Anda menuntut ilmu bukan lagi untuk mendapatkan gelar, tetapi demi pengembangan diri dan manfaat bagi sesama. Rasulullah telah menegaskan bahwa belajar adalah kewajiban seumur hidup, dari lahir hingga akhir hayat,” katanya.

Beliau juga menyoroti bahwa di tengah berbagai tantangan bangsa, termasuk dalam sektor ekonomi dan kesejahteraan, Unisba tetap berkomitmen mencetak lulusan yang siap berkontribusi bagi peradaban. Mengingat bahwa hanya kurang dari 30% penduduk Indonesia yang berhasil menyandang gelar sarjana, capaian ini harus menjadi motivasi bagi lulusan untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Lebih lanjut, beliau mengingatkan bahwa ilmu harus menjadi alat pengabdian, bukan kesombongan. “Seperti padi yang semakin berisi semakin merunduk, semakin tinggi ilmu seseorang, semakin ia harus rendah hati,” pesannya. Wisuda, menurutnya, adalah momentum refleksi bagi lulusan untuk menentukan kiprah intelektual mereka di masa depan.

Sebagai lulusan Kampus Merdeka, wisudawan diharapkan mampu menjadi individu yang kreatif dan inovatif, serta tidak terjebak dalam ketergantungan yang tidak produktif. “Wisuda bukan sekadar seremoni, tetapi awal dari perjalanan menemukan jati diri dan menciptakan inovasi yang membebaskan diri dari berbagai keterbatasan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala LLDikti Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Dr. Lukman, S.T., M.Hum., menegaskan bahwa lulusan Unisba akan bersaing dengan ratusan ribu lulusan dari berbagai perguruan tinggi lainnya. Namun, ia optimistis bahwa lulusan Unisba memiliki keunggulan tersendiri yang akan menjadi nilai tambah dalam persaingan global.

Menurutnya, selain ilmu akademik, penguasaan bahasa asing serta keterampilan di bidang teknologi informasi dan komunikasi menjadi faktor penting dalam memenangkan persaingan dunia kerja. “Perjalanan di kampus mungkin telah berakhir, tetapi ini adalah awal dari langkah menuju masa depan yang lebih cerah,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan bahwa perjuangan lulusan tidak hanya terfokus pada mendapatkan pekerjaan, tetapi juga menciptakan peluang kerja bagi orang lain. “Menjadi wirausaha tidak hanya menguntungkan diri sendiri, tetapi juga memberikan dampak bagi banyak orang. Dengan menciptakan lapangan kerja, kita turut berkontribusi dalam membangun ekonomi bangsa,” katanya.

Sebagai pesan terakhir, Dr. Lukman mengajak para lulusan untuk berpegang pada prinsip ILMU DUIT (Doa, Usaha, Ikhtiar, dan Tawakal). “Kesuksesan tidak datang dengan sendirinya. Berdoalah untuk keberkahan, berusahalah dengan sungguh-sungguh, dan jika menghadapi tantangan, bertawakallah kepada Allah sembari menyiapkan rencana cadangan,” pesannya.

Beliau juga menegaskan pentingnya menjaga integritas dalam dunia kerja. “Jangan tergoda dengan jalan pintas yang bertentangan dengan nilai-nilai moral. Gunakan setiap kesempatan dengan penuh tanggung jawab agar karier yang dirintis penuh berkah,” tegasnya.

Dalam wisuda kali ini, Amelia Adhi Gustina dari Fakultas Ilmu Komunikasi berhasil meraih predikat lulusan terbaik dengan IPK 3,95 dan menyelesaikan studinya dalam waktu 3 tahun 3 bulan 26 hari. Sementara itu, lulusan termuda adalah Sri Ayuni dari Fakultas Hukum yang berhasil menyelesaikan pendidikannya pada usia 20 tahun 4 bulan.

Sebagai bentuk apresiasi, Unisba juga memberikan penghargaan kepada 10 sekolah yang alumninya berhasil meraih prestasi akademik terbaik dalam prosesi wisuda kali ini.(sani/bnn)

 

Leave a Response