Unisba Kembangkan Kampung Wisata Susu Cileuweung (KAWISUCI) untuk Perkuat Ekonomi Warga Cimahi

CIMAHI, PRIPOS.ID – Universitas Islam Bandung (UNISBA) terus menunjukkan kepeduliannya terhadap pemberdayaan masyarakat melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Salah satu inovasi yang kini dikembangkan adalah Kampung Wisata Susu Cileuweung (KAWISUCI) di Kelurahan Cipageran, Kota Cimahi, sebagai upaya meningkatkan potensi ekonomi masyarakat berbasis peternakan dan wisata edukasi.
Melalui program KAWISUCI, UNISBA berkomitmen mendampingi masyarakat Kampung Cileuweung dalam membangun destinasi wisata edukatif yang tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga mengedepankan prinsip pelestarian lingkungan.
Kampung Cileuweung merupakan salah satu kawasan di Kelurahan Cipageran yang sebagian besar penduduknya bekerja sebagai pemerah susu sapi. Kondisi ini menjadikan wilayah tersebut memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai sentra produksi susu sekaligus wisata berbasis peternakan.
Selain menghasilkan susu segar, masyarakat juga telah mengembangkan beragam produk olahan susu bernilai jual, seperti bolu susu, yogurt, permen karamel, sabun berbahan susu, hingga kerupuk olahan.
Melihat besarnya potensi tersebut, selama periode 2025–2026, tim dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) bersama Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota UNISBA merancang program KAWISUCI sebagai langkah strategis dalam pengembangan wisata berbasis potensi lokal.
Konsep wisata yang ditawarkan mengombinasikan keindahan lanskap Kampung Cileuweung, aktivitas peternakan sapi perah, serta keterlibatan aktif masyarakat yang antusias membangun wilayahnya menjadi kawasan wisata edukasi.
Diskusi Pengembangan KAWISUCI Libatkan Kelurahan dan POKDARWIS
Sebagai bagian dari penguatan program, pada Selasa (12/5) tim PKM dari LPPM dan Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota UNISBA menggelar diskusi intensif mengenai pengembangan Kampung Wisata Susu Cileuweung (KAWISUCI).
Diskusi tersebut melibatkan Lurah Cipageran, Asep Hendrayana, S.Hut., M.M., serta perwakilan Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Kampung Cileuweung.
Dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Kelurahan Cipageran, Asep Hendrayana menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan wisata edukasi tersebut. Menurutnya, keterlibatan aktif masyarakat menjadi faktor penting agar program KAWISUCI dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan.
Sebagai bentuk dukungan nyata, pihak kelurahan berencana menjalin koordinasi dengan lembaga PAUD dan sekolah dasar (SD) di wilayah Cipageran agar para siswa dapat ikut serta sebagai peserta kegiatan edukasi dalam program wisata tersebut.
Sementara itu, perwakilan POKDARWIS Kampung Cileuweung, Tuti, bersama Tim PKM UNISBA menyepakati penyusunan rute wisata edukasi berbasis masyarakat.
Rute wisata tersebut nantinya akan menghadirkan pengalaman langsung bagi pengunjung melalui berbagai aktivitas menarik, seperti proses pemerahan susu sapi, kegiatan berkebun, hingga praktik pengolahan produk turunan susu.
Tim PKM UNISBA akan menyusun materi pembelajaran untuk para pemandu wisata di setiap titik aktivitas. Di sisi lain, POKDARWIS bertugas menentukan calon pemandu wisata sekaligus lokasi yang akan menjadi bagian dari destinasi KAWISUCI.
Pengembangan Kampung Wisata Susu Cileuweung menjadi salah satu implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dijalankan oleh UNISBA melalui pengabdian kepada masyarakat.
Program ini sekaligus menjadi bukti komitmen UNISBA dalam menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi secara langsung guna membantu peningkatan kesejahteraan masyarakat serta mendorong kemajuan ekonomi lokal di Kelurahan Cipageran, Kota Cimahi.(ask)***





