Uncategorized

Lab Simulasi Fikom Unisba Gelar Pelatihan Public Speaking untuk Calon Kepala Sekolah Lansia se-Jawa Barat

9views

METRO BANDUNG.bandungpos.id – Keterampilan public speaking atau kemampuan berbicara di depan publik kini menjadi salah satu kompetensi penting dalam berbagai bidang kehidupan, khususnya dunia pendidikan. Namun, tidak semua guru, fasilitator, maupun kepala sekolah memiliki kemampuan komunikasi yang efektif dalam menyampaikan informasi kepada audiens.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, Lab Simulasi Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Islam Bandung (Unisba) bekerja sama dengan Indonesia Ramah Lansia (IRL) Jawa Barat menyelenggarakan pelatihan public speaking bagi calon kepala sekolah Sekolah Lansia se-Jawa Barat.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat (8/5) ini menjadi bagian dari rangkaian Training of Trainers (ToT) yang diinisiasi oleh IRL Jawa Barat. Program tersebut bertujuan memperluas wawasan dan meningkatkan kemampuan calon kepala sekolah lansia dalam memahami berbagai program pendidikan bagi masyarakat lanjut usia.

Direktur IRL Provinsi Jawa Barat, Dr. Susiana Nugraha, S.K.M., M.N, dalam sambutannya menegaskan bahwa pelaksanaan ToT menjadi langkah penting untuk memperkuat kapasitas para calon kepala sekolah lansia.

Menurutnya, kegiatan ini dapat membantu peserta memahami lebih jauh berbagai program sekolah lansia yang akan dijalankan di daerah masing-masing. Ia juga memberikan apresiasi kepada peserta yang tetap bersemangat mengikuti kegiatan hingga selesai.

Selain itu, Dr. Susiana menyampaikan terima kasih kepada Lab Simulasi Fikom Unisba, yang selama ini aktif mendukung berbagai kegiatan IRL Jawa Barat sebagai laboratorium pengampu mata kuliah Public Speaking.

Pelatihan menghadirkan Kepala Lab Simulasi Komunikasi Fikom Unisba sebagai pemateri utama. Dalam suasana pembelajaran yang berlangsung santai tetapi tetap serius, peserta diberikan pemahaman bahwa kemampuan berbicara di depan publik sebenarnya dapat dipelajari oleh siapa saja, tanpa memandang profesi maupun latar belakang pendidikan.

Pemateri juga menekankan bahwa rasa percaya diri ketika tampil di hadapan publik perlu diimbangi dengan penguasaan materi, pemahaman terhadap karakter audiens, serta menjaga etika atau adab saat berbicara agar pesan tersampaikan secara efektif.

Sebanyak 60 peserta mengikuti pelatihan dengan antusias tinggi dan aktif berinteraksi selama sesi berlangsung. Setelah pemaparan materi utama, kegiatan dilanjutkan dengan praktik keterampilan dasar public speaking melalui metode micro teaching kelompok, di mana setiap kelompok didampingi seorang fasilitator.

Para fasilitator merupakan asisten laboratorium Fikom Unisba yang telah berpengalaman menangani kelas praktikum public speaking. Sebanyak tujuh fasilitator diterjunkan untuk membimbing peserta secara langsung.

Dalam suasana pelatihan yang santai dan interaktif, peserta dilatih mengenai olah vokal dasar, mulai dari artikulasi, intonasi, jeda, tempo, hingga praktik pidato sederhana. Para peserta yang mayoritas berasal dari kelompok pralansia dan lansia dengan latar belakang berbeda tampak bersemangat mempraktikkan teknik-teknik dasar komunikasi publik yang diajarkan.

Kegiatan ini pun mendapat tanggapan positif dari peserta. Salah satunya disampaikan oleh Wida, peserta asal Bekasi, yang mengaku memperoleh wawasan baru mengenai teori dan teknik public speaking.

“Walaupun saya sudah sering menjadi MC dalam acara sekolah lansia, ternyata masih banyak teknik berbicara di depan umum yang belum saya kuasai,” ujar Wida.

Hal serupa juga diungkapkan Kusmedi, peserta dari Cimahi, yang merasa senang karena memperoleh tambahan pengetahuan yang dapat diterapkan dalam berbagai kegiatan, khususnya saat harus berbicara di depan banyak orang.

Sebagai penutup, peserta, panitia, dan para fasilitator mengabadikan momen kebersamaan melalui sesi foto bersama. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan rasa percaya diri para calon kepala sekolah lansia agar lebih komunikatif, percaya diri, dan mampu tampil optimal di hadapan publik.(ask)***

Leave a Response