Unisba Gelar Khataman Al-Qur’an dan Kajian Ruhul Islam untuk Menguatkan Spiritualitas dan Wawasan Akademik

METRO BANDUNG, bandungpos.id– Universitas Islam Bandung (Unisba) menyelenggarakan kegiatan keagamaan berupa Khataman Al-Qur’an dan Kajian Ruhul Islam sebagai upaya memperkuat dimensi spiritual sekaligus intelektual sivitas akademika. Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu, 25 Februari 2026, pukul 09.30–11.40 WIB di Masjid Al-Asy’ari Unisba.
Program keislaman ini diinisiasi oleh Lembaga Peningkatan Insan Mujahid, Mujtahid, dan Mujaddid (LPI3M) sebagai bagian dari pembinaan insan akademik berbasis nilai-nilai Al-Qur’an. Acara yang terbuka untuk umum tersebut dihadiri oleh dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan Unisba sebagai bentuk syiar Islam sekaligus penguatan ruhiyah menjelang bulan suci Ramadan.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua LPI3M, Dr. Parihat, Dra., M.Si. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa Kajian Ruhul Islam kali ini mengangkat tema “Korelasi Antara Hukum Pidana Umum dan Islam.”
Menurutnya, tema tersebut memiliki relevansi luas karena Islam senantiasa hadir dalam seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk dalam sistem hukum dan penegakan keadilan. Oleh karena itu, pembahasan ini dinilai penting tidak hanya bagi sivitas akademika Fakultas Hukum, tetapi juga bagi seluruh keluarga besar Unisba.
Parihat menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan secara tatap muka pada Ramadan tahun ini menjadi momentum istimewa. Setelah sebelumnya rutin dilaksanakan secara daring, penyelenggaraan luring diharapkan mampu menghadirkan penguatan makna kegiatan, dari sekadar transfer pengetahuan menuju transformasi nilai dan spiritualitas.
Ia menegaskan bahwa LPI3M memiliki peran strategis dalam memperkuat Ruhul Islam di lingkungan kampus. Lembaga tersebut berupaya menciptakan suasana akademik yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki fondasi spiritual yang kuat serta karakter moral yang baik.
Lebih lanjut disampaikan bahwa hukum dalam Islam tidak semata-mata berkaitan dengan sanksi, melainkan berorientasi pada keadilan, kemaslahatan, serta perlindungan martabat manusia. Hukum pidana umum dan hukum pidana Islam memiliki kesamaan tujuan dalam menjaga prinsip-prinsip utama syariat (maqasid syariah), sehingga hukum tetap memiliki ruh nilai keagamaan dan relevan dengan realitas sosial.
Melalui kegiatan khataman Al-Qur’an yang dilaksanakan, ia berharap Al-Qur’an tidak hanya dibaca hingga selesai, tetapi juga diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Setiap ayat yang dibaca diharapkan menjadi sumber cahaya spiritual, pedoman profesional, serta landasan moral dalam setiap pengambilan keputusan.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan pelaksanaan khataman Al-Qur’an melalui pembagian juz kepada fakultas, unit kerja, serta peserta umum. Ketua Pelaksana kegiatan, Dr. M. Yunus, S.H.I., M.E.Sy., menjelaskan bahwa teknis pelaksanaan khataman disesuaikan dengan pembagian juz di setiap fakultas dan unit kerja di lingkungan Unisba, sementara peserta umum melanjutkan bacaan Al-Qur’an masing-masing.
Para peserta membaca Al-Qur’an secara serentak sesuai pembagian yang telah ditentukan, kemudian kegiatan ditutup dengan pembacaan bersama Surah At-Takasur hingga Surah An-Nas.
Kajian Integrasi Hukum Pidana dan Islam
Setelah khataman, acara dilanjutkan dengan Kajian Ruhul Islam yang menghadirkan Prof. Dr. H. Edi Setiadi, S.H., M.H., Guru Besar Hukum Pidana dan Sistem Peradilan Pidana Fakultas Hukum Unisba sebagai narasumber.
Dalam pemaparannya, Prof. Edi Setiadi menjelaskan bahwa hukum pidana umum dan hukum pidana Islam memiliki banyak kesamaan secara prinsip maupun asas. Ia menegaskan bahwa antara hukum positif dan hukum Islam tidak terdapat perbedaan mendasar dalam tujuan menegakkan keadilan.
Kegiatan ini bertujuan memperkaya wawasan akademik sekaligus memperkuat integrasi antara ilmu hukum modern dengan nilai-nilai Islam. Kajian tersebut diharapkan mampu memberikan pemahaman komprehensif bahwa hukum pidana Islam dibangun atas landasan moral, etika, dan kemaslahatan yang sejalan dengan prinsip keadilan universal.
Selain menjadi forum ilmiah, khataman Al-Qur’an juga menjadi momentum spiritual untuk mempererat hubungan sivitas akademika dengan Kalamullah sebagai sumber petunjuk kehidupan.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi refleksi bersama. Peserta diwajibkan membawa mushaf Al-Qur’an, sementara panitia menyediakan sertifikat digital gratis yang dapat diunduh melalui tautan resmi yang telah disiapkan.
Melalui kegiatan ini, Unisba kembali menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi Islam yang mengintegrasikan kedalaman spiritual dan keluasan intelektual. Diharapkan kegiatan tersebut menjadi wasilah lahirnya insan akademik yang berilmu, berakhlak, serta mampu berkontribusi dalam penegakan hukum yang berkeadilan dan berlandaskan nilai-nilai Islam.(askur)***





